Serangan jantung merupakan salah satu jenis penyakit jantung koroner dan masih menjadi penyebab kematian nomor satu di dunia. Untuk itu, sangat penting dalam mengenali tanda-tanda, gejala, dan penyebab serangan jantung.
Memahami Serangan JantungSerangan jantung adalah kondisi ketika aliran darah menuju jantung berkurang drastis atau berhenti sama sekali akibat sumbatan di pembuluh darah.
Sumbatan ini terjadi karena plak yang terbuat dari lemak dan kolesterol menumpuk selama bertahun-tahun di dinding pembuluh darah. Saat plak terlepas, gumpalan darah bisa terbentuk. Gumpalan darah inilah yang nantinya dapat menyumbat pembuluh darah menuju jantung.
Penyumbatan pembuluh darah jantung dapat terjadi sebagian (sehingga mengurangi aliran darah) ataupun sepenuhnya (menghentikan aliran darah sama sekali).
Saat aliran darah yang mengandung oksigen ke jantung berkurang atau berhenti sama sekali, otot jantung akan mulai mengalami kerusakan dan akhirnya mati.
Gejala Serangan JantungUmumnya risiko serangan jantung akan meningkat tinggi pada orang yang mengalami aterosklerosis, yakni yang memiliki plak di pembuluh darahnya. Sayangnya, aterosklerosis pada awalnya tidak menunjukkan gejala yang nyata.
Di sisi lain, saat seseorang mengalami serangan jantung, kita berlomba dengan waktu untuk memberikan pertolongan pertama.
Beberapa tanda serangan jantung yang perlu Anda waspadai, di antaranya:
Nyeri dada seperti ditekan atau diberi beban berat
Rasa tidak nyaman atau nyeri yang menjalar ke area bahu, lengan, punggung, leher, hingga rahang
Keringat dingin
Kelelahan ekstrem
Rasa nyeri di ulu hati (terutama jika ruang jantung bagian bawah yang terdampak)
Pusing tiba-iba atau bahkan pingsan
Mual
Sesak napas
Selain itu, orang yang mengalami serangan jantung terkadang keliru mengartikan nyeri yang muncul, terutama di punggung sebagai pegal linu sehingga terlambat ditangani. Oleh karena itu, perlu waspada jika nyeri tersebut tidak hilang atau membaik setelah melakukan pengobatan rumahan.
Pada wanita, gejala serangan jantung mungkin akan sedikit berbeda. Alih-alih nyeri, tanda serangan jantung pada wanita umumnya seperti rasa berat dan tertindih di dada.
Penyebab Serangan JantungPenyakit jantung koroner adalah penyebab utama serangan jantung. Kondisi ini terjadi ketika plak yang menempel di pembuluh darah terlepas dan menyumbat aliran darah menuju jantung.
Saat jantung tidak mendapatkan aliran darah (atau berkurang), saat inilah seseorang mengalami serangan jantung.
Ada beberapa faktor yang meningkatkan risiko seseorang dalam mengalami serangan jantung, yaitu:
Berusia di atas 45 tahun untuk laki-laki dan 55 tahun untuk wanita
Merokok
Memiliki tekanan darah tinggi
Memiliki kadar kolesterol dan trigliserida yang tinggi
Obesitas
Diabetes
Memiliki sindrom metabolik
Riwayat serangan jantung dalam keluarga
Jarang berolahraga
Mengonsumsi makanan tinggi lemak jenuh, gula, dan garam
Memiliki hipertensi
Stres
Sebelum berkembang menjadi penyakit jantung koroner, sebenarnya tubuh sudah memberikan tanda-tanda, seperti hipertensi atau kadar kolesterol yang tinggi.
Sayangnya, sering kali kondisi ini tidak memberikan gejala-gejala pada tahap awal. Banyak orang mengetahuinya saat kondisinya lebih buruk. Itu sebabnya, melakukan skrining penyakit jantung menjadi penting dalam deteksi dini dan pencegahan serangan jantung.
Beberapa jenis skrining jantung yang umumnya direkomendasikan dokter, antara lain:
1. Pemeriksaan DarahPemeriksaan darah dapat dilakukan secara rutin untuk menilai risiko penyakit jantung. Sebab, kondisi darah seseorang sangat berhubungan dengan kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Beberapa pemeriksaan yang dapat dilakukan, yaitu:
Kadar kolesterol
Kadar gula darah
Tes darah lengkap
Fungsi ginjal
Fungsi hati
EKG adalah pemeriksaan untuk merekam aktivitas listrik jantung. Pemeriksaan ini dapat menunjukkan ada tidaknya gangguan irama jantung atau tidak.
Pemeriksaan EKG juga biasanya dapat dilakukan bersamaan dengan penggunaan treadmill atau sepeda statis (stress-test). Pemeriksaan ini dilakukan untuk menilai kelistrikan jantung saat beraktivitas.
3. Echo JantungEchocardiogram atau echo jantung yang dikenal dengan USG jantung adalah tindakan USG untuk mendapatkan gambaran ukuran dan bentuk jantung. Pemeriksaan ini juga dapat melihat kondisi katup jantung dan aliran darah di jantung.
4. CT Scan JantungCT scan bertujuan untuk mendapatkan gambaran jantung secara lebih detail. Dengan CT scan jantung, dokter dapat melihat kondisi pembuluh darah besar dan jaringan yang mengelilinginya.
Selain CT scan, MRI jantung juga menghasilkan gambaran jantung yang lebih jelas.
5. Calcium Score JantungPemeriksaan ini dilakukan untuk mengetahui seberapa banyak endapan kalsium di pembuluh darah. Dengan kata lain, pemeriksaan ini bertujuan untuk memeriksa risiko penyakit jantung koroner yang jadi salah satu sebab serangan jantung.
Setiap jenis pemeriksaan dalam skrining jantung mungkin membutuhkan frekuensi pemeriksaan yang berbeda-beda, tergantung dari usia dan faktor risiko yang Anda miliki.
Beberapa mungkin perlu dilakukan 1 tahun sekali begitu menginjak usia 20, beberapa lain mungkin bisa dimulai ketika sudah berusia di atas 35 tahun atau bahkan 45 tahun.
Untuk mengetahui kapan waktu yang tepat dan seberapa sering harus melakukan skrining, cobalah untuk berkonsultasi dengan dokter spesialis jantung, terutama jika memiliki faktor risiko serangan jantung.
Salah satunya dengan berkonsultasi ke dr. Yislam Aljaidi, Sp. JP, FIHA, dokter spesialis jantung dan pembuluh darah Eka Hospital Cibubur untuk mendapatkan saran medis terbaik.
Untuk informasi lebih lanjut, dapat menghubungi Call Center Eka Hospital Cibubur di 1500129 atau layanan WhatsApp di 08891500129.





