Pristina: Parlemen Kosovo telah menyetujui pemerintahan baru yang dipimpin Perdana Menteri Albin Kurti di hari Rabu, mengakhiri kebuntuan politik yang berlangsung lebih dari satu tahun.
Pemerintahan tersebut disahkan dengan 66 suara setuju dari total 120 anggota parlemen, sementara 49 anggota menolak dan lima lainnya tidak berpartisipasi.
Mengutip Anadolu Agency, Kamis, 12 Februari 2026, Kurti yang memimpin Partai Vetevendosje ) membuka pidatonya dengan menyinggung tuntutan hukuman 45 tahun penjara terhadap mantan komandan Tentara Pembebasan Kosovo yang tengah diadili di Den Haag. Ia menyatakan tuntutan itu “tidak merepresentasikan kebenaran."
Dalam agenda pemerintahannya, Kurti menegaskan rencana investasi sebesar 1 miliar euro untuk sektor pertahanan selama empat tahun ke depan. Selain itu, pemerintah juga berkomitmen mendorong investasi besar di bidang energi terbarukan, pengelolaan sumber daya air, serta pengembangan industri manufaktur. Ia turut menjanjikan peningkatan partisipasi kerja perempuan dan kenaikan upah minimum seiring pertumbuhan ekonomi.
Terkait hubungan dengan Serbia, Kurti menekankan bahwa normalisasi akan ditempuh melalui dialog yang konstruktif dan kreatif. Dalam kabinet baru, Glauk Konjufca ditunjuk sebagai Wakil Perdana Menteri Pertama merangkap Menteri Luar Negeri dan Diaspora.
Donika Gervalla-Schwarz menjadi Wakil Perdana Menteri Kedua sekaligus Menteri Kehakiman, sedangkan Fikrim Damka dari Partai Demokratik Turki Kosovo menjabat Wakil Perdana Menteri Ketiga yang menangani urusan minoritas dan kerja sama.
Sidang parlemen ditutup setelah para anggota kabinet mengucapkan sumpah jabatan. Berdasarkan hasil resmi pemilu dini 28 Desember 2025, Vetevendosje meraih 57 kursi dari 100 kursi yang diperebutkan, diikuti Partai Demokratik Kosovo dengan 22 kursi, Liga Demokratik Kosovo 15 kursi, dan Aliansi untuk Masa Depan Kosovo enam kursi.
Sebanyak 20 kursi tambahan dialokasikan bagi komunitas non-mayoritas, termasuk sembilan kursi untuk Serb List dan dua kursi untuk Partai Demokratik Turki Kosovo, melengkapi total 120 kursi parlemen periode terbaru. (Keysa Qanita)
Baca juga: Kosovo dan Serbia Kembali Bersitegang di Sidang Dewan Keamanan PBB



