Sebuah perahu yang mengangkut 10 warga Desa Karatat, Kecamatan Wuarlabobar, mengalami kecelakaan laut di Perairan Korba Nleka (Kerbau Jatuh), Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Selasa (10/2) sekitar pukul 02.00 WIT.
Perahu diduga tenggelam akibat cuaca ekstrem yang memicu gelombang tinggi dan kondisi laut yang tidak bersahabat.
Dari total 10 penumpang, sembilan orang telah ditemukan. Enam orang selamat, sementara tiga lainnya meninggal dunia. Satu korban masih dalam pencarian, yakni Imam Kalean (64), seorang petani asal Desa Karatat.
Operasi SAR GabunganMenindaklanjuti insiden tersebut, Kapolres Kepulauan Tanimbar menerbitkan Surat Perintah Nomor: Sprin/309/II/5.4./2026/Satpolairud sebagai dasar pelaksanaan operasi SAR laut gabungan sejak Rabu (11/2/2026) pagi.
Operasi melibatkan Satuan Polair Polres Kepulauan Tanimbar, personel BKO Ditpolairud Polda Maluku, serta Basarnas Saumlaki.
Tim SAR bertolak dari Pelabuhan Rakyat Saumlaki sekitar pukul 08.00 WIT menggunakan Kapal Polisi KP XVI-2006. Penyisiran dilakukan menyusuri pesisir Desa Latdalam, Desa Otemer, Pulau Mitak, hingga lokasi kejadian di Perairan Korba Nleka, Desa Watmasa. Tim tiba di titik pencarian sekitar pukul 16.30 WIT.
Pencarian difokuskan pada koordinat 7°08.808' LS – 131°29.956' BT hingga 7°08.229' LS – 131°34.311' BT. Namun hingga sore hari, korban belum ditemukan.
“Dengan mempertimbangkan faktor cuaca, keselamatan personel, serta waktu yang menjelang malam, operasi pencarian sementara dihentikan pada pukul 17.45 WIT,” ujar Kasat Polair Polres Kepulauan Tanimbar, Ipda Simon Nusmese, Kamis (12/2).
Pencarian DilanjutkanSaat ini tim SAR gabungan bersiaga di Desa Watmasa. Berdasarkan hasil evaluasi, pencarian akan dilanjutkan dengan memperluas area penyisiran serta menyesuaikan arah arus laut dan kondisi cuaca terkini.
Polri bersama Basarnas memastikan upaya pencarian dilakukan secara maksimal hingga korban terakhir ditemukan.





