Jakarta (ANTARA) - Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Mendiktisaintek) Brian Yuliarto menegaskan pihaknya akan memeriksa langsung terkait adanya ancaman kebocoran data di Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti).
"Nanti saya cek dulu," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto singkat saat ditemui usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis.
Sebelumnya, dugaan kebocoran data pribadi kembali mencuat usai munculnya unggahan di media sosial yang menampilkan data sensitif milik mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang diklaim diperjualbelikan di ruang dark web.
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengingatkan secara tegas agar pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti indikasi kebocoran data tersebut.
Baca juga: Komisi X DPR dorong Kemendikbudristek buat cadangan data mandiri
"Konon katanya dijualbelikan di forum dark web. Ada sudah 58 juta data diperjualbelikan. Nah ini kalau PDDikti juga seperti itu, ini berbahaya," kata Fikri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (10/2).
Fikri pun mempertanyakan kebenaran kabar tersebut apakah hoaks atau tidak. Sebab jika benar terjadi, itu hal yang berbahaya.
"Mudah-mudahan sih ini hoaks ya, mudah-mudahan tidak nyata. Tetapi kalau nyata betul dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini," ucap dia.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Togar M. Simatupang berjanji akan meningkatkan kinerja Kemdiktisaintek, salah satunya terkait urusan keamanan siber.
"Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDikti mengalami kebocoran. Terima kasih, Pak. Ini akan kami formulasikan," ucap Togar.
Baca juga: BSSN targetkan literasi keamanan siber masuk kurikulum pendidikan
"Nanti saya cek dulu," kata Mendiktisaintek Brian Yuliarto singkat saat ditemui usai menghadiri seminar di Kementerian Kesehatan, Jakarta, Kamis.
Sebelumnya, dugaan kebocoran data pribadi kembali mencuat usai munculnya unggahan di media sosial yang menampilkan data sensitif milik mahasiswa dari sejumlah perguruan tinggi yang diklaim diperjualbelikan di ruang dark web.
Anggota Komisi X DPR RI Abdul Fikri Faqih mengingatkan secara tegas agar pemerintah bergerak cepat menindaklanjuti indikasi kebocoran data tersebut.
Baca juga: Komisi X DPR dorong Kemendikbudristek buat cadangan data mandiri
"Konon katanya dijualbelikan di forum dark web. Ada sudah 58 juta data diperjualbelikan. Nah ini kalau PDDikti juga seperti itu, ini berbahaya," kata Fikri dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Selasa (10/2).
Fikri pun mempertanyakan kebenaran kabar tersebut apakah hoaks atau tidak. Sebab jika benar terjadi, itu hal yang berbahaya.
"Mudah-mudahan sih ini hoaks ya, mudah-mudahan tidak nyata. Tetapi kalau nyata betul dan ini apalagi di pendidikan tinggi, ini berbahaya ini," ucap dia.
Dalam kesempatan tersebut, Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Togar M. Simatupang berjanji akan meningkatkan kinerja Kemdiktisaintek, salah satunya terkait urusan keamanan siber.
"Nah ini sangat berbahaya sekali kalau memang data-data di dalam PDDikti mengalami kebocoran. Terima kasih, Pak. Ini akan kami formulasikan," ucap Togar.
Baca juga: BSSN targetkan literasi keamanan siber masuk kurikulum pendidikan





