REPUBLIKA.CO.ID, KUNINGAN – Kematian ikan dewa di objek wisata Balong Girang Cigugur, Kabupaten Kuningan, Jawa Barat terus bertambah. Berbagai upaya pun tengah dilakukan oleh Pemkab Kuningan untuk mempertahankan ikan yang menjadi ikon daerah dan dikeramatkan oleh warga tersebut.
Petugas Operasional dari Perusahaan Daerah Aneka Usaha (PDAU), selaku pengelola kawasan wisata Balong Girang Cigugur, Rohman Sutadi, menjelaskan, hingga Selasa (10/2/2026), jumlah ikan dewa di kolam tersebut yang mati sudah mencapai sekitar 800 ekor. Ia menyebutkan, kematian ikan dewa di Balong Girang Cigugur terjadi secara bertahap mulai 29 Januari 2026. Sejak saat itu sampai sekarang, kematian ikan terus terjadi.
Baca Juga
Tercemar Limbah Kimia, Warga Diimbau tak Konsumsi Ikan dari Aliran Sungai Cisadane
Ratusan Ikan Dewa Kuningan Terus Berguguran, Pemda Cari Tahu Penyebab Hewan Keramat Mati Mendadak
Ratusan Ekor Ikan Dewa 'Jelmaan Prajurit Prabu Siliwangi' di Kuningan Mati Mendadak
“Setiap hari ada (ikan dewa) yang mati, di kisaran 30–40 ekor per hari yang mati. Pernah juga 100 ekor per hari selama dua hari,” ujar Rohman, Rabu (11/2/2026).
Rohman mengatakan, kasus kematian ikan dewa secara masif di Balong Girang Cigugur telah dilakukan langsung oleh bupati Kuningan. Penanganannya pun dilakukan secara komprehensif, dengan melibatkan lintas instansi.
.rec-desc {padding: 7px !important;}
Rohman menyebutkan, untuk penanganan kondisi ikan, dilakukan oleh Dinas Perikanan dan Peternakan Kabupaten Kuningan. Sedangkan untuk pengaturan sirkulasi air di kolam ikan, ditangani oleh Dinas PUPR setempat.
“Kami dari PDAU ini mengikuti program-program mereka dan mensuport,” katanya.
Seperti diketahui, ikan dewa selama ini tak lepas dari cerita turun temurun di tengah masyarakat Kabupaten Kuningan. Konon, ikan tersebut merupakan jelmaan dari prajurit Prabu Siliwangi, yang dikutuk karena tak setia pada sang raja Pajajaran tersebut.