tvOnenews.com - Kesabaran Sule tak terbendung dalam menghadapi polemik warisan peninggalan almarhumah Lina Jubaedah yang seolah tak kunjung menemukan titik damai.
Di tengah langkah Teddy Pardiyana yang terus vokal menuntut hak bagi putri bungsunya, Bintang, Sule justru memilih merespons dengan tenang namun penuh sindiran yang menohok.
Sang komedian papan atas ini tampak ingin menegaskan bahwa ada etika dan harga diri yang lebih penting daripada sekadar angka-angka harta warisan.
Perselisihan yang terus memanas membuat publik terbelah dalam dua narasi. Di satu sisi, Teddy Pardiyana mengklaim dirinya berjuang demi masa depan Bintang.
Namun di sisi lain, Sule mulai mencium adanya kejanggalan dalam cara Teddy memperjuangkan hak tersebut.
Bagi Sule, ada garis tipis antara membela hak anak dan menjadikan anak sebagai alat untuk kepentingan pribadi.
Kecurigaan itu semakin jelas ketika Sule menyinggung soal tindakan Teddy yang kerap membawa-bawa Bintang dalam proses hukum. Sindiran tersebut terlihat dalam unggahan YouTube Cumicumi pada 12 Februari 2026.
“Ini secara tidak langsung dia mengeksploitasi anaknya untuk dijadikan senjata, untuk dijadikan tameng, bahkan ngapain ke pengadilan bawa-bawa anak kan gitu supaya mungkin mempertemukan dengan Iky, supaya Iky luluh mungkin,” kata Sule.
Sule SIndir Teddy Pardiyana. (Sumber: YouTube Cumicumi)
Sambil tersenyum, Sule melanjutkan bahwa publik pun sebenarnya sudah memahami persoalan tersebut.
“Netizen juga udah pahamlah masalah itu gitu,” ujarnya.
Pernyataan Sule ini menjadi sorotan karena ia tidak sekadar membantah secara hukum, melainkan menyoroti sisi moral dan tanggung jawab seorang ayah.
Sule seolah ingin mengingatkan bahwa kasih sayang kepada anak seharusnya dibuktikan lewat kerja keras dan kemandirian, bukan dengan terus menggantungkan harapan pada warisan masa lalu.
Sule pun menyampaikan pesan tajam agar Bintang tidak dijadikan alat demi kepentingan tertentu.
“Jangan dijadikan alat supaya si Bintang ini jadi ajang untuk supaya dia tidak mau bekerja. Itu aja sih,” ucap Sule.
Dalam sindiran berikutnya, Sule membandingkan dirinya dengan Teddy Pardiyana.
Ia menekankan bahwa seorang laki-laki seharusnya mampu bertanggung jawab penuh terhadap anaknya, tanpa menjadikan kondisi ekonomi sebagai alasan.




