FAJAR, MAKASSAR — Universitas Pejuang Republik Indonesia (UPRI) menyelenggarakan rangkaian kegiatan Dies Natalis yang dirangkaikan dengan Wisuda Sarjana dan Pascasarjana, Tahun Akademik 2025–2026.
Hal tersebut sebagai momentum refleksi institusional sekaligus perayaan capaian akademik sivitas akademika. Berlangsung di Sandeq Ballroom Hotel Claro Makassar. pada Kamis, 12 Februari 2026.
Prosesi wisuda dan peringatan dies natalis ini turut dihadiri pimpinan yayasan, pimpinan universitas, dosen, tenaga kependidikan, orang tua wisudawan, serta tamu undangan dari berbagai instansi dan mitra pendidikan.
Rektor Universitas Pejuang Republik Indonesia, M. Darwis Nur Tinri, S.Sos., M.Si., mengatakan peringatan dies natalis yang dirangkaikan dengan wisuda merupakan simbol komitmen UPRI dalam menjaga mutu pendidikan tinggi dan memperkuat karakter lulusan.
Menurutnya, wisuda bukanlah akhir dari proses belajar, melainkan awal dari pengabdian intelektual dan profesional para lulusan kepada masyarakat. UPRI, kata dia, terus berkomitmen mencetak lulusan yang unggul secara akademik, beretika, dan berdaya saing.
Pada Tahun Akademik 2025–2026, Universitas Pejuang Republik Indonesia mewisuda sebanyak 447 lulusan sarjana dan 41 lulusan pascasarjana dari berbagai fakultas dan program studi.
Rincian lulusan sarjana terdiri atas Fakultas Teknik (Fatek) sebanyak 178 orang, Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 75 orang, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) 27 orang, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) 4 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) 74 orang, serta Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) 89 orang.
Sementara itu, lulusan pascasarjana berasal dari Program Pascasarjana Administrasi sebanyak 13 orang dan Pascasarjana Kesehatan Masyarakat sebanyak 28 orang.
Para lulusan diharapkan mampu menjadi agen perubahan yang menjunjung tinggi nilai keilmuan, integritas, serta semangat kebangsaan sesuai dengan visi Universitas Pejuang Republik Indonesia.
Kepala LLDIKTI Wilayah IX Sultan Batara, Dr. Andi Lukman berpesan kepada para lulusan agar mampu menguasai kompetensi yang dimiliki dan terus mengembangkan diri di tengah pesatnya kemajuan digitalisasi.
Ia menekankan pentingnya membangun karakter yang tangguh dan adaptif agar lulusan mampu bersaing di dunia kerja yang semakin dinamis dan kompetitif.
Selain prosesi wisuda, rangkaian dies natalis UPRI juga diisi dengan berbagai kegiatan akademik dan non-akademik, di antaranya penyerahan penghargaan kepada dosen yang memasuki masa purna bhakti serta mahasiswa berprestasi Tahun Akademik 2025–2026.
UPRI juga melakukan penandatanganan Nota Kesepahaman dengan sejumlah sekolah menengah atas dan sekolah menengah kejuruan sebagai upaya memperkuat jejaring pendidikan dan pengembangan sumber daya manusia.
Momentum wisuda semakin bermakna dengan pelaksanaan orasi ilmiah yang disampaikan oleh Prof. Dr. Eng. Ir. Syafrizal, S.T., M.T., IPM dari Institut Teknologi Bandung, yang mengangkat tema “Transformasi Industri Pertambangan: Green Mining, Digitalisasi, dan Ekonomi Berkelanjutan”.
Melalui peringatan dies natalis dan pelaksanaan wisuda ini, Universitas Pejuang Republik Indonesia menegaskan posisinya sebagai institusi pendidikan tinggi yang adaptif terhadap perkembangan zaman, responsif terhadap kebutuhan masyarakat, serta konsisten dalam menghasilkan sumber daya manusia yang berkualitas dan berkarakter. (wis)





