Milan (ANTARA) - Atlet bintang asal Amerika Serikat (AS), Jordan Stolz, berhasil menyabet medali emas sekaligus mencetak rekor baru Olimpiade bdengan catatan waktu 1 menit 06,28 detik dalam cabang olahraga (cabor) seluncur cepat (speed skating) nomor 1.000 meter putra di ajang Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026 pada Rabu (11/2).
Di nomor yang sama, atlet China Ning Zhongyan sukses menyabet medali perunggu, yang menjadi medali Olimpiade pertamanya.
Stolz (21) memecahkan rekor Olimpiade sebelumnya, yakni 1 menit 07,18 detik yang dicetak oleh atlet Belanda Gerard van Velde pada Olimpiade Salt Lake City 2002, bahkan sebelum Stolz lahir. Dia finis dengan selisih 0,5 detik lebih cepat dari peraih medali perak asal Belanda, Jenning de Boo. Kedua atlet tersebut, yang berlaga di pair ke-14, berhasil mencatatkan waktu tercepat pada hari itu.
Atlet China Ning Zhongyan di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026. (ANTARA/Xinhua). Ning mencatatkan waktu 1 menit 07,34 detik untuk mengamankan medali perunggu saat berlaga di pair ke-12.
Sebelumnya di pair ke-11, atlet China Lian Ziwen bertabrakan dengan atlet Belanda Joep Wennemars di zona perpindahan lintasan. Berdasarkan aturan speed skating, atlet yang berada di lintasan dalam (inner-lane) wajib menghindari kontak saat melakukan perpindahan lintasan. Lian, yang saat itu berada di inner-lane, didiskualifikasi menyusul insiden yang menyebabkan pertandingan ditunda sesaat itu.
Insiden tersebut tidak memengaruhi performa Ning, dan dia berhasil menyabet medali pertama untuk China dalam cabor speed skating dan olahraga es lainnya di ajang ini.
Wennemars diberi kesempatan untuk melakukan luncuran ulang (re-skate) dan akhirnya berhasil finis di posisi kelima.
Di nomor yang sama, atlet China Ning Zhongyan sukses menyabet medali perunggu, yang menjadi medali Olimpiade pertamanya.
Stolz (21) memecahkan rekor Olimpiade sebelumnya, yakni 1 menit 07,18 detik yang dicetak oleh atlet Belanda Gerard van Velde pada Olimpiade Salt Lake City 2002, bahkan sebelum Stolz lahir. Dia finis dengan selisih 0,5 detik lebih cepat dari peraih medali perak asal Belanda, Jenning de Boo. Kedua atlet tersebut, yang berlaga di pair ke-14, berhasil mencatatkan waktu tercepat pada hari itu.
Atlet China Ning Zhongyan di Olimpiade Musim Dingin Milan-Cortina 2026. (ANTARA/Xinhua). Ning mencatatkan waktu 1 menit 07,34 detik untuk mengamankan medali perunggu saat berlaga di pair ke-12.
Sebelumnya di pair ke-11, atlet China Lian Ziwen bertabrakan dengan atlet Belanda Joep Wennemars di zona perpindahan lintasan. Berdasarkan aturan speed skating, atlet yang berada di lintasan dalam (inner-lane) wajib menghindari kontak saat melakukan perpindahan lintasan. Lian, yang saat itu berada di inner-lane, didiskualifikasi menyusul insiden yang menyebabkan pertandingan ditunda sesaat itu.
Insiden tersebut tidak memengaruhi performa Ning, dan dia berhasil menyabet medali pertama untuk China dalam cabor speed skating dan olahraga es lainnya di ajang ini.
Wennemars diberi kesempatan untuk melakukan luncuran ulang (re-skate) dan akhirnya berhasil finis di posisi kelima.





