BANYAK orangtua baru sering menerima saran dari keluarga atau lingkungan sekitar agar tidak terlalu sering menggendong bayi. Alasannya klasik, takut si kecil menjadi "manja" atau mengalami fenomena "bau tangan". Namun, secara ilmiah, kekhawatiran tersebut sama sekali tidak terbukti.
Penelitian terbaru justru menunjukkan kabar baik bagi para orangtua. Anda tidak akan pernah bisa "memanjakan" bayi baru lahir dengan terlalu banyak dekapan. Sebaliknya, sentuhan fisik adalah kebutuhan vital yang menentukan perkembangan otak mereka.
Sentuhan yang Memengaruhi DNAPenelitian menunjukkan bagi bayi, sentuhan bukan sekadar kenyamanan, melainkan cara bertahan hidup. Sebuah studi tahun 2020 mengungkapkan kedekatan fisik antara pengasuh dan bayi mengaktifkan hormon oksitosin serta jalur saraf tertentu yang mendukung perkembangan komunikasi dan ikatan batin (attachment).
Baca juga : Bayar Anak untuk Baca Buku dan Olahraga? Tren "Self-Care Chores" Tuai Kontroversi
Lebih jauh lagi, studi dari Nationwide Children’s Hospital di Ohio terhadap 125 bayi menunjukkan jenis sentuhan sangat memengaruhi respons otak. Bayi yang sering mendapatkan pelukan lembut menunjukkan respons otak yang lebih kuat dibandingkan mereka yang jarang didekap.
Dr. Nathalie Maitre, peneliti utama studi tersebut, menjelaskan betapa krusialnya hal ini, terutama bagi bayi prematur.
"Memastikan bayi prematur menerima sentuhan positif dan suportif, seperti perawatan skin-to-skin oleh orang tua, sangat penting untuk membantu otak mereka merespons sentuhan lembut dengan cara yang mirip dengan bayi yang mengalami kehamilan penuh di dalam rahim ibunya," jelas Dr. Maitre.
Baca juga : Ambisi Orangtua vs Mimpi Anak, Bahaya Tersembunyi di Balik Cita-cita Atlet Profesional
Percaya pada Insting dan Sinyal BayiBayi berkomunikasi melalui tangisan. Ketika mereka menangis, mereka sedang memberi tahu ada kebutuhan yang belum terpenuhi, mulai dari lapar, popok kotor, hingga kebutuhan akan rasa aman. Menggendong mereka membantu orangtua lebih peka terhadap kebutuhan tersebut sekaligus memberikan rasa tenang.
Namun, menggendong bayi juga harus memperhatikan aspek keamanan dan kesejahteraan orangtua:
Keamanan Tidur: Jangan menggendong bayi saat Anda merasa sangat mengantuk. Protokol tidur aman menyarankan bayi tidur telentang di ranjangnya sendiri untuk mengurangi risiko SIDS (Sindrom Kematian Bayi Mendadak).
Kesehatan Mental Orangtua: Tidak apa-apa untuk meletakkan bayi sejenak di tempat yang aman jika Anda membutuhkan jeda untuk makan, mandi, atau sekadar menenangkan diri.
Adakalanya bayi tetap menangis meski sudah didekap. Jika kebutuhan dasarnya sudah terpenuhi, Anda bisa mencoba teknik penenangan lain seperti menyanyi, memberikan suara ritmik (white noise), membawa bayi ke udara segar, atau membedungnya.
Ingatlah bahwa dekapan Anda adalah "emas" bagi pertumbuhan mereka. Jangan hiraukan komentar negatif tentang memanjakan bayi, karena pelukan Anda adalah nutrisi bagi otaknya. (Parents/Z-2)





