CEO JETE dan Doran Group, Jhonny Thio Doran, berhasil masuk dalam daftar 40 Under 40 Fortune Indonesia. Lebih dari pertumbuhan bisnis atau ekspansi brand, pengakuan tersebut menyoroti dampak nyata sebuah usaha yang mampu menciptakan lebih dari 1.000 lapangan kerja baru dan menggerakkan ekonomi lokal.
Di balik ratusan gerai ritel dan jaringan bisnis yang terus berkembang, ada satu benang merah yang konsisten dijaga oleh Jhonny. Pertumbuhan bisnis harus selaras dengan kemajuan masyarakatnya, khususnya dari segi taraf hidup dan ekonomi.
Mimpi yang Bermula dari Kamar Kost
Perjalanan bisnis Jhonny dimulai pada 2008, saat ia berjualan jam tangan dan aksesoris ponsel dari toko ke toko. Ia pun memulai usahanya di kamar kost kecil yang sekaligus jadi gudang penyimpanan barang dagangannya. Dia melakukannya sendiri dengan keterbatasan modal dan tenaga kerja.
Jhonny mengenalkan dan menjual produknya secara online melalui Kaskus, lantaran saat itu marketplace masih belum seramai dan masif seperti sekarang. Dari situlah kemudian skala usahanya mulai meningkat signifikan.
Penjualan yang meningkat membuat operasional menjadi lebih kompleks, begitu pula kebutuhan akan sumber daya. Ia berpandangan, jika ingin bertahan dan berkembang, bisnis harus tumbuh yang perlu melibatkan banyak sumber daya. Mulai dari lingkungan terdekat, dia akhirnya mengajak teman satu kostnya.
Dari Kost Pindah ke Ruko
Setahun kemudian tepatnya tahun 2009, Jhonny mulai memberanikan diri untuk merekrut 3-5 orang guna membantu bisnisnya. Penjualan aksesoris gadget dan ponselnya pun semakin meningkat pesat, seperti powerbank, kabel data, dan lainnya.
Keuntungan yang didapat diputar kembali untuk modal. Pada fase ini juga, usaha Jhonny bertransformasi dari aktivitas individu menjadi organisasi kecil yang mulai menyerap tenaga kerja secara berlanjut.
Memasuki tahun 2011, stok barang yang akan dijual semakin banyak. Jhonny mulai memutar otak bagaimana menyimpan barang tersebut. Akhirnya ia menyewa satu per satu kamar kost lainnya, hingga satu lantai rumah kost tersebut disewa untuk penempatan barang-barang usahanya.
Sementara itu, di ruang tengah dijadikan ruang operasional. Melihat kondisi barang yang menumpuk semakin banyak, Jhonny Thio dan timnya memutuskan untuk pindah tempat ke sebuah rumah toko (ruko). Di ruko inilah strategi bisnis yang lebih matang mulai dijalankan, termasuk merekrut hingga puluhan karyawan baru.
Setelah tim terbentuk, unit usahanya semakin berkembang pesat yang terbagi menjadi beberapa divisi, mulai dari divisi gudang, administrasi, pengiriman, dan penjualan. Meski memiliki sejumlah karyawan, Jhonny tak lantas tinggal diam dan ia kerap kali terjun langsung dalam operasional bisnisnya. Baik melakukan pengiriman, melakukan penawaran ke toko-toko, hingga mengurus administrasi.
Membangun Brand JETE, Membuka Peluang Kerja
Di tengah perkembangan usahanya yang semakin pesat dan mulai stabil, tercetus ide dalam benaknya untuk membuat brand aksesoris gadget sendiri. Barulah pada tahun 2014, ia memberanikan diri membangun brand JETE dengan fokus produk pada aksesoris gadget.
Diakui Jhonny, pada masa awal JETE masuk ke pasar aksesoris gadget di Indonesia, banyak orang melihat produk yang ditawarkannya dengan sebelah mata. Namun, baginya, hal itu bukan hambatan, justru tantangan untuk mengembangkan produk hingga membangun sebuah ekosistem bisnis, mulai dari riset dan pengembangan, distribusi, pemasaran, hingga layanan.
“Saya berpandangan membangun brand teknologi bukan hanya soal produk saja. Lebih dari itu, juga tentang membangun sebuah ekosistem bisnis yang berkelanjutan, terukur, dan memberikan dampak nyata terhadap masyarakat dan ekonomi lokal,” ujar Jhonny.
Ekosistem yang dibangun pun secara organik menciptakan lapangan kerja baru. Setiap pengembangan produk, pembukaan cabang, hingga penguatan layanan pelanggan berarti membuka kesempatan bagi lebih banyak orang untuk terlibat. Termasuk keputusan untuk pindah dari ruko ke gedung yang sekarang menjadi JETE Tower di Surabaya pada 2017. Di sini pula jumlah karyawannya terus meningkat hingga ratusan orang.
Bertahan di Tengah Krisis hingga Ekspansi Global
Tahun 2019 menjadi momen krusial bagi JETE. Ketika pandemi Covid-19 membuat banyak perusahaan menahan ekspansi dan melakukan efisiensi, JETE justru membuka official store pertamanya di WTC Surabaya. Langkah ini bukan hanya strategi bisnis, tetapi juga keputusan sosial yakni menciptakan lapangan kerja baru di tengah situasi yang sulit.
Di tahun yang sama, Jhonny mendirikan Doran Gadget, ritel yang berfokus pada produk IoT dan ekosistem gadget. Di bawah Doran Group, jaringan ritel ini berkembang ke berbagai daerah dan menyerap tenaga kerja lokal, mulai dari staf toko hingga tim teknis.
Hingga akhir 2025, JETE telah mengoperasikan lebih dari 150 gerai ritel di kota-kota besar seperti Jakarta, Bandung, Medan, Makassar, dan Bali. Di tahun 2026, target ekspansinya menjadi lebih dari 200 gerai, dengan fokus di kota tier-2 serta lokasi strategis seperti bandara, stasiun, dan rumah sakit. Termasuk ekspansi ke ranah global melalui entitas di Shenzhen, Tiongkok.
“Selain penjualan secara online di marketplace maupun kepada mitra, bagi kami ritel fisik tetap jadi nilai strategis dari sebuah brand. Karena konsumen perlu mencoba dan mengalaminya secara langsung terhadap produk yang ingin dibeli. Toko juga menjadi brand experience center dan titik layanan purna jual,” kata Jhonny.
Dukung Tren Hidup Sehat Masyarakat
Tak hanya di sektor bisnis, JETE pun berkomitmen mendukung pola hidup sehat dengan meluncurkan produk untuk olahraga seperti smartwatch, earphone, dan lainnya. Bahkan, JETE juga menggelar event olahraga, salah satunya JETE RUN yang masuk dalam salah satu agenda lari besar nasional yang diselenggarakan di Surabaya.
“Saat ini JETE tumbuh di tengah masyarakat yang mulai sadar akan pola hidup sehat. Maka dari itu, kami mendukung tren positif ini sebagai bentuk tanggung jawab sosial. Adanya JETE RUN juga turut membuka peluang bisnis dan menggerakkan sektor pendukung, mulai dari penyelenggara hingga pelaku UMKM lokal,” imbuh Jhonny.
Bisnis Harus Membawa Manfaat Bagi Banyak Orang
Kini, Jhonny memimpin lebih dari 1.000 karyawan dengan tujuh kantor cabang di berbagai kota Indonesia. Di luar bisnis, ia aktif dalam organisasi kewirausahaan dan saat ini menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Asosiasi Sejuta Pengusaha Indonesia (ASPIN).
Prinsip hidupnya sederhana namun penuh makna yang mendalam, For Better Day. Baginya, keberhasilan sejati adalah ketika bisnis mampu menciptakan nilai jangka panjang bagi banyak orang.
“Ini bukan tentang saya. Tapi ini tentang tim, tentang ribuan orang yang bekerja bersama membangun sebuah mimpi besar. Bagi saya dan JETE khususnya, yang paling penting adalah menciptakan value jangka panjang. Bukan hanya membangun brand, tetapi membangun trust, memberikan manfaat bagi masyarakat Tanah Air dengan apa yang kita bisa lakukan,” ucapnya.





