Dubes Iran Buka Situasi Demo Terkini, Tolak Intervensi Asing

cnbcindonesia.com
12 jam lalu
Cover Berita
Foto: Duta Besar (Dubes) Iran untuk Indonesia H.E. Mr. Mohammad Boroujerdi. (Dok. Dubes Iran)

Jakarta, CNBC Indonesia - Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, menepis tuduhan tindakan represif pemerintah Iran terhadap kelompok reformis dan progresif dalam gelombang protes baru-baru ini. Ia menegaskan bahwa situasi hukum di dalam negerinya merupakan kedaulatan penuh Iran yang tidak boleh dicampuri pihak asing.

Pernyataan ini muncul sebagai respons atas kritik internasional mengenai penangkapan sejumlah aktivis yang ikut serta dalam aksi massa. Boroujerdi menilai setiap negara memiliki masalah internal masing-masing yang harus diselesaikan tanpa intervensi.

"Ada beberapa jenis masalah internal domestik yang terjadi di negara manapun, dan itu bukan urusan negara asing mana pun untuk menjadikannya alasan untuk campur tangan," tegas Boroujerdi di Jakarta, Selasa (10/2/2026).


Baca: Temui Trump di AS, Netanyahu Akan Bahas Opsi Serangan ke Iran

Gelombang protes yang mengguncang Iran sejak awal Januari 2026 ini berakar pada krisis ekonomi yang dalam, ditandai dengan jatuhnya nilai tukar Rial hingga menembus angka 1,5 juta per dolar AS. Inflasi pangan yang melonjak hingga 70% dan kebijakan pemerintah menghapus kurs preferensial untuk barang pokok telah memicu kemarahan publik, yang kemudian berujung pada aksi massa besar-besaran di berbagai kota.

Ia menyatakan bahwa Iran menjamin kebebasan berpendapat bagi seluruh rakyatnya sebagai bagian dari sistem demokrasi yang dianut. Namun, kebebasan tersebut dibatasi oleh aturan hukum yang berkaitan dengan stabilitas keamanan nasional.

"Siapa pun yang melakukan tindakan apapun yang melawan keamanan, akan menghadapi konsekuensinya," ungkapnya.

Baca: Dubes Iran Buka-bukaan soal Nego dengan AS, Terungkap Masalah Ini

Meskipun ia mengakui adanya ketidakpuasan masyarakat akibat sanksi ekonomi dari AS, ia yakin rakyat Iran tetap mendukung pemerintah karena tidak ingin melihat negara terpecah. Ia mengundang media untuk meliput demonstrasi peringatan Revolusi Islam guna membuktikan besarnya basis pendukung pemerintah di tengah tekanan tersebut.


(tps/luc)
Saksikan video di bawah ini:
Video: Protes Meluas, Tekanan Ekonomi Guncang Iran

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kementan Kawal Swasembada Sukabumi lewat Sinkronisasi dan Penguatan Data
• 20 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Trump Tolak Rencana Aneksasi Tepi Barat
• 13 jam lalutvrinews.com
thumb
Menkes Pastikan Hak Pasien BPJS PBI Katastropik Terjamin, RS Tak Boleh Menolak
• 8 jam lalueranasional.com
thumb
Makin Puas, Makin Tancap Gas
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Gagal Tampil di Asian Games 2026, Begini Penjelasan Resmi PSSI
• 8 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.