Bisnis.com, JAKARTA — PT Akulaku Finance Indonesia optimistis layanan beli sekarang bayar nanti atau buy now pay later (BNPL) di industri multifinance memiliki ruang pertumbuhan pada 2026 ini.
Presiden Direktur Akulaku Finance Indonesia, Perry Barman Slangor, menilai hal itu didorong dengan meningkatnya penetrasi layanan keuangan digital.
“Dan kebutuhan masyarakat terhadap skema pembayaran yang lebih fleksibel untuk konsumsi ataupun aktivitas produktif,” katanya kepada Bisnis, Kamis (12/2/2026).
Kendati demikian, Perry turut menekankan bahwa pertumbuhan yang tinggi nantinya tetap perlu diimbangi dengan pengelolaan risiko yang disiplin, terutama di tengah kondisi makroekonomi yang masih dinamis.
“Ke depan, perusahaan akan terus mengedepankan pertumbuhan yang sehat dan berkelanjutan melalui penyaluran pembiayaan yang terukur, penguatan manajemen risiko, serta penerapan tata kelola dan perlindungan konsumen yang baik,” bebernya.
Sebelumnya, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan layanan beli sekarang bayar perusahaan pembiayaan terus mengalami pertumbuhan signifikan hingga akhir 2025.
Baca Juga
- Pembiayaan Baru Paylater Akulaku Naik 46%, Digandrungi Gen Z dan Milenial
- Terus Melaju, Bisnis Paylater Multifinance Tumbuh 75,05% hingga Akhir 2025
Kepala Eksekutif Pengawas Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya OJK Agusman mengatakan pembiayaan BNPL pada Desember 2025 meningkat 75,05% (year on year/YoY).
“Berdasarkan informasi pada SLIK, pembiayaan Buy Now Pay Later [BNPL] oleh perusahaan pembiayaan meningkat sebesar 75,05% [YoY] atau menjadi Rp11,94 triliun,” ujarnya dalam keterangan resmi Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) OJK, Jumat (6/2/2026).
Agusman melanjutkan Non-Performing Financing (NPF) gross layanan BNPL masih dalam kondisi terjaga, yakni pada posisi 2,73%.
Menilik perbandingannya secara bulanan, pembiayaan BNPL mengalami kenaikan 6,23% (month to month/MtM) dari Rp11,24 triliun.





