Pada Selasa (10 Februari), sebuah wilayah terpencil di Provinsi British Columbia, Kanada, dilanda penembakan massal di sebuah sekolah, mengakibatkan sedikitnya 10 orang tewas dan sekitar 25 orang luka-luka. Polisi mengkonfirmasi bahwa pelaku penembakan telah bunuh diri.
EtIndonesia. Polisi menerima laporan sekitar pukul 13.20 waktu setempat pada 10 Februari, yang menyebutkan bahwa seorang penembak telah memasuki Sekolah Menengah Tumbler Ridge.
Setelah memasuki area sekolah, polisi menemukan enam jenazah di dalam sekolah. Dua korban lainnya ditemukan meninggal di sebuah rumah, dan satu orang meninggal dunia dalam perjalanan ke rumah sakit.
Selain itu, sedikitnya dua orang dengan luka serius telah dilarikan ke rumah sakit, sementara hingga 25 orang lainnya sedang menjalani perawatan medis.
Polisi menyatakan bahwa identitas pelaku telah diketahui, namun demi melindungi privasi dan kelancaran penyelidikan, rincian lebih lanjut belum akan diumumkan.
Menurut keterangan polisi, tersangka adalah seorang perempuan berambut cokelat yang mengenakan gaun terusan, dan ditemukan meninggal dunia di dalam sekolah akibat “bunuh diri”.
Tumbler Ridge adalah sebuah kota kecil terpencil yang terletak di kaki Pegunungan Rocky bagian utara Provinsi British Columbia, dengan jumlah penduduk sekitar 2.400 orang. Kota ini berjarak sekitar 1.155 kilometer (sekitar 717 mil) di timur laut Vancouver. Jumlah siswa di Sekolah Menengah Tumbler Ridge kurang dari 200 orang.
Setelah penembakan terjadi, Sekolah Menengah Tumbler Ridge serta sekolah dasar setempat sempat memberlakukan penguncian dan perintah berlindung di tempat, yang kemudian dicabut pada sore hari.
Kabar ini mengejutkan seluruh Kanada. Insiden ini disebut sebagai penembakan sekolah paling mematikan kedua dalam sejarah Kanada, setelah tragedi di Politeknik Montréal pada 6 Desember 1989 yang menewaskan 14 orang.
Pemerintah Kota Tumbler Ridge dalam sebuah pernyataan mengatakan bahwa komunitas setempat “sedang mengalami peristiwa yang sangat menyayat hati. Hati kami bersama semua pihak yang terdampak, dan kami memahami bahwa banyak warga mungkin merasa terkejut, takut, dan kebingungan.”
Perdana Menteri Kanada, Mark Carney, menyampaikan pernyataan melalui platform X, menyebut insiden penembakan ini sebagai peristiwa yang “mengerikan”, serta menyampaikan belasungkawa dan doa bagi keluarga serta kerabat para korban. (Hui)
Dilaporkan oleh reporter Jin Jing / Diedit oleh Wen Hui





