KSAD tunggu perintah Mabes TNI terkait penembakan pesawat di Papua

antaranews.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak menyatakan pihaknya masih menunggu perintah dari Markas Besar TNI terkait insiden penembakan pesawat Smart Air di Papua yang menewaskan pilot dan kopilot.

"Saya baru mendapatkan laporan saja bahwa ada kejadian pilot itu. Ya nanti kita coba lagi bagaimana petunjuk operasional kan dalam Mabes TNI ini Nanti bagaimana," kata dia, dalam wawancara cegat selepas acara sarasehan bertajuk "Penguatan Basarnas dalam sistem SAR Nasional" di Kantor Basarnas Pusat, Jakarta, Kamis.

Ketika ditanya apakah akan ada pengejaran terhadap terduga pelaku, dia menyebutkan bahwa semua keputusan ada di Mabes TNI, dan teknis arahan tersebut dimungkinkan langsung diteruskan kepada satuan tugas yang ada di Papua, lokasi kejadian.

"Ya kita menunggu perintah saja," cetusnya.

Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani sebelumnya mengatakan pilot Enggo dan kopilot Baskoro tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata setelah pesawat Smart Air mendarat di Lapangan Terbang Karowai, Rabu (11/2) sekitar pukul 11.00 WIT.

Pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR itu berangkat dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dan dilaporkan membawa penumpang saat ditembaki setibanya di Karowai.

Faizal menyebut terkait kondisi 13 penumpang itu masih belum dapat dipastikan karena laporan yang diterima masih bersifat awal.

Satgas Damai Cartenz dijadwalkan menuju lokasi kejadian pada hari ini, Kamis (12/2) untuk melakukan pengecekan serta mengevakuasi kedua jenazah kru pesawat, sementara identitas kelompok pelaku penembakan masih dalam penyelidikan.

Baca juga: Rapim TNI AD bahas program prioritas pemerintah-kesejahteraan prajurit

Baca juga: KSAD: Presiden Prabowo ingatkan pimpinan beri "reward" untuk prajurit

Baca juga: KSAD tanggapi survei: Kepercayaan publik kepada TNI tetap tinggi




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Update Kondisi Ibunda Sheyna Lashira, Baru Tahu Anaknya Meninggal H+2 Kecelakaan di Chinatown Singapura
• 17 jam laludisway.id
thumb
Harga Emas Antam Stagnan di Rp 2.947.000/Gram, Galeri24 Rp 2.987.000
• 9 jam lalukumparan.com
thumb
Dorong Ketahanan Energi Rendah Karbon, Pertamina Luncurkan Green Terminal Tanjung Sekong
• 7 jam lalukompas.tv
thumb
Anak Muda Makassar Ubah Sampah Plastik Jadi BBM, Wali Kota Apresiasi dan Siap Dukung Inovasi
• 17 jam lalupantau.com
thumb
Video: Seperti Indonesia, Israel Akan Bergabung ke "Board of Peace"
• 5 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.