JAKARTA, KOMPAS.com – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meresmikan Taman Maroedja Sport Park di Meruya, Jakarta Barat, Kamis (12/2/2026).
Kawasan olahraga terpadu ini diharapkan menjadi ruang publik baru bagi warga sekaligus pusat aktivitas olahraga di wilayah barat Jakarta.
Pantauan Kompas.com di lokasi, sebelum prosesi peresmian, Pramono sempat menjajal salah satu fasilitas olahraga yang tersedia dengan bermain basket di lapangan utama. Aksi tersebut langsung menarik perhatian para tamu undangan yang mengelilingi lapangan.
Baca juga: PJLP Bina Marga Hanya 750 Orang, Pramono Akui Tak Ideal Tangani Jalan Rusak Jakarta
Mengenakan batik lengan panjang, Pramono mengambil bola basket yang telah disiapkan di tengah lapangan. Ia memantulkan bola beberapa kali, memposisikan tubuh, menekuk lutut, lalu mengangkat bola dengan satu tangan sebelum melepaskan tembakan ke arah ring.
Namun, lemparan tersebut belum berhasil. Ia kembali mengulang gerakan serupa, tetapi bola kembali meleset dari sasaran. Meski demikian, gaya percaya diri Pramono memancing senyum dan tawa kecil dari sejumlah pejabat yang hadir.
“Saya dulu jagonya main basket,” ucap Pramono.
Usai menjajal lapangan, Pramono menjelaskan, kawasan seluas kurang lebih 2,2 hektar tersebut disiapkan sebagai fasilitas publik hasil kolaborasi antara Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta dan DPRD DKI Jakarta.
“Meruya Sport Park yang dulunya namanya Stadion Ki Amat, bukan kiamat, tapi Ki Amat. Yang kemudian karena namanya terlalu berat dirubah menjadi Meruya Sport Park,” kata Pramono, Kamis.
Pramono menyebutkan, revitalisasi kawasan ini dilakukan dalam dua tahap. Pada tahap pertama, taman telah dilengkapi berbagai fasilitas penunjang aktivitas warga, mulai dari lapangan basket, lapangan mini soccer, jogging track, kolam retensi, area parkir, hingga toilet.
“Memang ini baru tahap pertama, nanti akan diselesaikan untuk tahap kedua,” ujarnya.
Baca juga: Pramono Larang Praktik Gadai KJP
Ia mengungkapkan, anggaran yang telah digelontorkan untuk tahap pertama pembangunan mencapai Rp 10,9 miliar. Sementara itu, untuk menyelesaikan tahap kedua, masih dibutuhkan tambahan anggaran sekitar Rp 12 miliar.
“Tadi saya sampaikan kepada Ibu Wali Kota maupun Kepala Dinas Olahraga untuk segera melengkapi perbaikan tahap kedua. Dibutuhkan kurang lebih Rp 12 miliar, saya kasih waktu satu bulan untuk menyiapkan. Nanti kalau tidak bisa diselesaikan, pemerintah DKI Jakarta dalam hal ini Balai Kota akan turun tangan untuk menyelesaikan,” tegasnya.
Menurut Pramono, percepatan penyelesaian tahap kedua perlu dilakukan karena lokasi taman dinilai sangat strategis dan telah banyak dimanfaatkan masyarakat untuk berolahraga maupun beraktivitas sosial.
Selain itu, terdapat usulan penambahan sejumlah fasilitas pendukung, seperti pencahayaan dan videotron, agar kawasan tersebut dapat dimanfaatkan hingga malam hari.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




