Menkes Ungkap Biaya Jantung, Stroke, Ginjal Jadi Beban Terberat BPJS

wartaekonomi.co.id
4 jam lalu
Cover Berita
Warta Ekonomi, Jakarta -

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin mengungkapkan lonjakan biaya layanan penyakit jantung, stroke, dan gagal ginjal menjadi beban keuangan yang sangat besar bagi BPJS Kesehatan. Kondisi ini mendorong pemerintah memperkuat strategi pencegahan melalui Program Cek Kesehatan Gratis (CKG).

Budi mengatakan, peningkatan kasus penyakit kronis selama ini menjadi sumber utama pembiayaan BPJS. Karena itu, deteksi dini dinilai krusial jika pemerintah ingin menekan jumlah kasus berat yang membutuhkan biaya perawatan rumah sakit tinggi.

“Kita menginginkan sebagai pemerintah untuk mengurangi beban kesehatan ke depan sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat. Pemerintah dan BPJS harus lebih mendorong masyarakat melakukan cek kesehatan gratis. Kalau darah tinggi, minum obat secara terkendali, sehingga tidak perlu masuk stroke atau serangan jantung di ujung,” ujar Budi dalam rapat kerja bersama Komisi IX DPR RI di Gedung DPR, Jakarta, Rabu (11/2/2026).

Menurutnya, pendekatan promotif dan preventif perlu diperkuat agar masyarakat tidak jatuh ke kondisi katastropik yang menyedot anggaran besar. Pasalnya, pembiayaan BPJS saat ini didominasi penyakit katastropik yang sejatinya dapat dicegah jika deteksi dini berjalan optimal dan diikuti tata laksana yang disiplin.

“Nah, melalui cek kesehatan gratis tahun ini, kita akan fokus ke tata laksana, bukan hanya ceknya saja. Kita ingin memastikan tata laksananya berjalan agar masyarakat benar-benar menjadi sehat,” ujarnya.

Berdasarkan data Kementerian Kesehatan, tindak lanjut hasil CKG masih berada di kisaran 8 persen. Tahun ini, pemerintah akan memperkuat mekanisme pengawasan agar peserta dengan risiko tinggi benar-benar menjalani pengobatan sesuai rekomendasi.

“Kita melihat kenaikan biaya yang sangat tinggi yang menjadi beban BPJS di jantung, stroke, dan ginjal. Itu bisa kita tekan sekaligus memperbaiki kualitas hidup masyarakat melalui program promotif-preventif CKG ini,” tuturnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Lahapnya Anak-anak TK di Pulau Terluar Natuna Menyantap MBG: Enak Sekali
• 22 jam lalukumparan.com
thumb
Jaga Ketahanan Pangan, Waka MPR Sebut Pentingnya Pengembangan Nuklir
• 7 jam laludetik.com
thumb
Pemerintah Kucurkan Dana Tunggu Hunian Rp600 Ribu Per Bulan, Pembangunan Huntap Capai 15.719 Unit
• 21 jam lalusuara.com
thumb
Gedung Kemenag di Thamrin Kini Dimiliki Kementerian Haji, Bagaimana Nasib Pegawainya?
• 1 jam lalukompas.com
thumb
DPR Soroti Bahaya Ketiadaan Standar Galon Guna Ulang, Ini Risikonya!
• 3 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.