jpnn.com, JAKARTA - KSAD Jenderal TNI Maruli Simanjuntak merespons kasus penembakan pesawat Smart Air di Papua yang menewaskan pilot dan kopilot.
Maruli menyatakan pihaknya masih menunggu perintah dari Markas Besar TNI.
BACA JUGA: Jenazah Kru Pesawat Smart Air Korban Penembakan Belum Dievakuasi
"Saya baru mendapatkan laporan saja bahwa ada kejadian pilot itu. Ya nanti kami coba lagi bagaimana petunjuk operasional, kan, dalam Mabes TNI ini Nanti bagaimana," kata dia dalam wawancara cegat selepas acara sarasehan bertajuk "Penguatan Basarnas dalam sistem SAR Nasional" di Kantor Basarnas Pusat, Jakarta, Kamis.
Ketika ditanya apakah akan ada pengejaran terhadap terduga pelaku, dia menyebutkan bahwa semua keputusan ada di Mabes TNI, dan teknis arahan tersebut dimungkinkan langsung diteruskan kepada satuan tugas yang ada di Papua, lokasi kejadian.
"Ya kami menunggu perintah saja," katanya.
Kepala Operasi Satgas Damai Cartenz Brigjen Pol Faizal Rahmadani sebelumnya mengatakan pilot Enggo dan kopilot Baskoro tewas ditembak kelompok kriminal bersenjata setelah pesawat Smart Air mendarat di Lapangan Terbang Karowai, Rabu (11/2) sekitar pukul 11.00 WIT.
Pesawat dengan nomor penerbangan PK-SNR itu berangkat dari Tanah Merah, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, dan dilaporkan membawa penumpang saat ditembaki setibanya di Karowai.
Faizal menyebut terkait kondisi 13 penumpang itu masih belum dapat dipastikan karena laporan yang diterima masih bersifat awal.
Satgas Damai Cartenz dijadwalkan menuju lokasi kejadian pada hari ini, Kamis (12/2) untuk melakukan pengecekan serta mengevakuasi kedua jenazah kru pesawat, sementara identitas kelompok pelaku penembakan masih dalam penyelidikan. (antara/jpnn)
Redaktur & Reporter : Rah Mahatma Sakti



