Bisnis.com, JAKARTA — Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan harga barang kebutuhan pokok di tiga provinsi terdampak banjir di wilayah Sumatra relatif stabil seiring dengan pulihnya aktivitas distribusi dan logistik.
Menteri Perdagangan (Mendag) Budi Santoso mengatakan kondisi harga kebutuhan pokok di Provinsi Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat saat ini lebih terkendali dibandingkan pada fase awal terjadinya bencana.
“Hal ini tercermin dari indeks perkembangan harga pada bulan Januari—Februari 2026 menunjukkan tren penurunan dibandingkan Desember 2025. Tren penurunan ini didukung oleh kondisi aktivitas logistik di daerah tersebut yang sudah kembali normal,” kata Budi dalam konferensi pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi Pascabencana Wilayah Sumatra di Kantor Kemendagri, Jakarta, Rabu (11/2/2026).
Budi memerinci, di Provinsi Aceh harga bahan pokok tercatat relatif stabil. Namun, Budi menyampaikan daging sapi menjadi komoditas yang perlu menjadi perhatian lantaran menunjukkan tren kenaikan akibat meningkatnya permintaan menjelang Ramadan atau tradisi Meugang.
Sementara di Provinsi Sumatra Utara, sambung dia, harga kebutuhan pokok tercatat stabil dan berada di bawah harga rata-rata nasional. Begitu pula di Provinsi Sumatra Barat dengan harga kebutuhan pokok yang juga terpantau stabil.
Meski demikian, Budi menyebut Sumatra Barat tetap perlu mendapatkan perhatian khusus, terutama terhadap komoditas cabai, daging ayam, dan daging sapi. Hal ini seiring dengan kecenderungan peningkatan permintaan menjelang bulan Ramadan.
Baca Juga
- Jelang Ramadan, Pemprov NTB Intervensi Pasar untuk Kendalikan Harga Pangan
- Jangan Panic Buying! Pemkot Padang Pastikan Stok Pangan Aman Selama Ramadan 2026
- Awal Februari 2026, BPS Klaim Harga Telur-Daging Ayam Turun
Di sisi lain, Kemendag mencatat sebagian besar pasar rakyat menunjukkan tren pemulihan, yakni 149 pasar rakyat (90%) telah kembali beroperasi, sedangkan sisanya masih dalam proses percepatan pemulihan yang mayoritas berada di provinsi Aceh.
“Dari 166 pasar rakyat prioritas tersebut terindentfikasi 93 unit pasar rusak ringan, 12 unit rusak sedang, dan 61 unit pasar rusak berat,” ujarnya.
Selain itu, Kemendag telah melakukan pendataan awal, pembersihan pasar rakyat dan pasar yang mengalami kerusakan ringan, serta menyiapkan tenda dan lokasi sementara untuk berjualan. Berbagai langkah tersebut dilakukan untuk menunjang kelancaran distribusi dan ketersediaan bahan pokok di wilayah terdampak bencana.
“Kemendag juga telah melakukan koordinasi dengan Bappenas dan Kemenkeu untuk pengusulan anggaran revitalisasi pasar terdampak bencana,” lanjutnya.
Budi menambahkan, pihaknya terus berkoordinasi dan bersinergi dengan ID Food, Perum Bulog, swasta, serta para pemasok guna memastikan pasokan kebutuhan pokok di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat segera terpenuhi sehingga aktivitas perdagangan kembali berjalan normal.





