Luncurkan Program Doktoral, UMN Menjawab Tantangan Global

kompas.id
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS - Universitas Multimedia Nusantara atau UMN resmi meluncurkan program doktoral manajemen teknologi untuk memperkuat kontribusinya terhadap pengembangan pendidikan tinggi yang berkelanjutan di Indonesia. Lulusan doktor UMN diharapkan bisa menjadi pemimpin pemikir dengan prinsip berkelanjutan, berdampak, dan berbasis teknologi.

Rektor UMN, Andrey Andoko mengungkapkan bahwa tantangan global serta revolusi industri 4.0 dan Society 5.0. menuntut manusia untuk terus berkembang menjadi pemikir strategis di berbagai bidang. Hal ini membutuhkan kepemimpinan yang kuat dan mampu mengintegrasikan manajemen strategis dengan teknologi terkini.

Untuk itu, program doktor manajemen teknologi ini bagian dari peta jalan jangka panjang penguatan riset di UMN. Kehadiran program ini sekaligus menjadi langkah strategis dalam membangun ekosistem pendidikan tinggi yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global.

"Program doktoral manajemen teknologi hadir sebagai jawaban atas tantangan perubahan yang disruptif tersebut dan menjadi wadah bagi lahirnya pemikiran visioner, riset yang berdampak, serta menghadirkan harapan dan solusi nyata," kata Andrey saat peluncuran program doktoral manajemen teknologi UMN di Kampus UMN, Menara Kompas, Palmerah, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Andrey lalu memaparkan posisi strategis program doktoral manajemen teknologi dalam rencana jangka panjang pengembangan akademik UMN. Program ini menggabungkan ilmu manajemen dan ilmu teknologi, tidak hanya secara teknis, tetapi melihat perspektif teknologi saat ini yang kian pesat, salah satunya akal imitasi (AI).

Indonesia punya banyak engineer hebat dan manajer handal, tetapi kita kekurangan orang di tengah-tengahnya.

Selain menjawab kebutuhan global, program doktoral manajemen teknologi UMN akan berfokus pada riset sesuai dengan visi UMN yakni pendidikan unggul dengan riset yang kuat untuk menuju universitas kelas dunia. Nantinya, program ini akan menghasilkan riset tingkat internasional yang berkelanjutan dan bermanfaat untuk masyarakat, industri, dan kebijakan publik.

"Keberadaan program doktoral ini diharapkan akan memberikan kontribusi signifikan terhadap riset dan publikasi yang berkualitas, bertaraf internasional, dan berdampak bagi masyarakat," ucapnya.

Baca JugaPembangunan Gedung SMP dan SMA Multimedia Nusantara School Melengkapi Ekosistem Pendidikan KG

Program doktoral UMN akan menjalani perkuliahan mulai Agustus 2026 secara hibrida yang diajar oleh para pengajar berkompeten. Mahasiswa, lanjut Andrey, tidak akan hanya didorong menghasilkan riset yang berdampak, tetapi juga mengasah kemampuan analisis, berpikir konseptual, dan keterampilan profesional, serta menjadi pembelajar sepanjang hayat.

Andrey juga berharap nantinya para lulusan program doktoral ini dapat menduduki posisi kunci baik di perusahaan maupun pemerintahan, serta menerapkan strategi yang bermanfaat.

"Program ini tidak terbatas usia, yang penting sudah S1 dan S2, dan mau terus belajar," ujar Andrey.

Baca JugaUMN Buka Program Magister di Menara Kompas Jakarta

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Internasionalisasi UMN, Friska Natalia menambahkan, program doktoral manajemen teknologi dirancang dengan mengintegrasikan Environmental, Social, and Governance (ESG) dalam manajemen teknologi. Selain itu, pembelajarannya akan mengadopsi berbagai teknologi mulai dari AI, Internet of Things (IoT), hingga blockchain. Pendekatan interdisipliner juga menjadi kekuatan utama program ini.

"Lewat program ini, kami ingin menghasilkan doktor yang kompeten, memiliki kemampuan berpikir kritis dan analitis, serta mampu menghadapi tantangan global," kata Friska.

Melalui program doktoral manajemen teknologi ini, UMN juga membuka peluang kolaborasi riset serta pengakuan akademik yang lebih global. Dengan begitu, program ini bisa menjadi motor penggerak invoasi dan berkontribusi terhadap pembangunan berkelanjutan melalui riset yang berdampak pada masyarakat.

"Selain itu, lewat program ini diharapkan dapat memperluas jejaring kerja sama dengan berbagai institusi, serta meningkatkan reputasi dan daya saing di tingkat nasional dan internasional," ucapnya.

Tidak sekadar kuliah

Lebih lanjut, Dekan Fakultas Bisnis UMN, Prio Utomo menegaskan, program doktoral manajemen teknologi UMN tidak sekadar mengarahkan mahasiswa untuk mengambil mata kuliah dan memikirkan disertasi semata. Para dosen akan mendampingi mahasiswa untuk merumuskan riset sejak awal.

Dengan begitu, ruang dialog antara mahasiswa, dosen, dan praktisi akan terbangun. Riset mahasiswa juga akan diarahkan pada permasalahan riil yang ada di dunia usaha, perusahaan, maupun masyarakat agar lebih relevan.

Baca JugaUMN Ajak Wisudawan Melihat Potensi Energi Terbarukan di Indonesia

Secara akademik dan kurikulum, program ini akan menekankan pada dua hal yakni, ketajaman riset baik perumusan masalah, orisinal, relevansi dan tentunya mampu mengelola riset dalam konteks manajemen teknologi, transformasi digital, hingga prinsip ESG.

"Kami ingin menghasilkan lulusan doktor yang matang dalam cara berpikir dan bersikap terhadap ilmunya. Tak hanya mampu menulis dan mempublikasi riset saja, tapi juga mampu menjelaskan, mempertahankan, serta mengimplementasikan hasil riset ke ruang yang lebih luas, baik untuk kebijakan, model bisnis, maupun inovasi baru," kata Prio.

Sementara itu, Kepala Bagian Umum Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah III Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi, Tri Munanto menilai hadirnya program doktor manajemen teknologi UMN dengan visi dan misi tersebut turut membantu pemerintah memajukan sektor pendidikan tinggi. Sebab, banyak riset dan inovasi di Indonesia yang hanya berakhir menjadi sekadar tumpukan kertas.

Baca JugaKerja Sama UMN dan Korea Selatan Berlanjut

Tri menegaskan, perusahaan saat ini tidak lagi butuh pemimpin yang hanya bisa menyuruh, tetapi pemimpin yang paham teknologi dan dapat mengambil keputusan bisnis yang krusial. Untuk itu, pemerintah berhadap program doktor manajemen teknologi UMN bisa mewujudkan hal tersebut.

"Indonesia punya banyak engineer hebat dan kita punya banyak manajer handal, tetapi kita kekurangan orang di tengah-tengahnya, orang yang mengerti bahasa teknis coding, bioteknologi, AI sekaligus paham neraca keuangan dan strategi pasar," kata Tri.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mencerminkan Kemahsyuran dan Kedudukan, Ini Arti Nama William
• 4 jam lalutheasianparent.com
thumb
Terungkap, Pesawat Smart Air Ditembaki dari Hutan Samping Bandara 
• 11 jam laluidxchannel.com
thumb
Kejagung Geledah 8 Perusahaan Sawit dalam Kasus Dugaan Rekayasa Ekspor CPO
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Bahar bin Smith Tak Ditahan, Banser Tangerang Akan Gelar Aksi Lanjutan
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Pesawat Smart Air Ditembaki KKB Batalyon Kanibal dan Semut Merah
• 11 jam lalurctiplus.com
Berhasil disimpan.