Tanah bergerak kembali terjadi di Kelurahan Jangli, Kecamatan Tembalang, Kota Semarang, Jawa Tengah. Sebanyak 15 rumah warga rusak berat sampai ringan karena pergeseran tanah tersebut.
Pergeseran tanah terjadi karena hujan deras dalam beberapa waktu terakhir. Sebanyak dua dari 15 rumah terdampak pergerakan tanah harus dibongkar karena rusak parah.
Keputusan itu diambil mencegah rumah roboh tiba-tiba. Warga setempat mengaku kerap melihat pergeseran lahan dalam skala kecil dalam beberapa waktu terakhir. Pergeseran lahan kali ini menjadi yang terparah karena hingga merusak belasan rumah.
Baca Juga :
Zona Merah Tanah Bergerak, Dua Dusun di Tegal Berubah Jadi Kota MatiWarga terdampak tanah bergerak kini harus mengungsi demi keselamatan dirinya. Warga khawatir rumahnya tiba-tiba roboh saat malam hari.
Sementara itu, Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng menyebut pemerintah setempat sedang mencari solusi agar warga terdampak lahan bergerak bisa segera direlokasi.
Salah satu opsi kebijakannya adalah relokasi hunian.
"Karena kalau dipindahkan direlokasi harus ditemukan tempat yang cukup kalau dan kemudian perlakuan-perlakuan khusus juga harus diberikan. Tapi ada yang menolak relokasi, ada yang mau. Nanti biar didata sama Pak Lurahnya mana yang mau, mana yang tidak, dan tempat relokasinya itu sudah ada beberapa alternatif," ujar Agustina dikutip dari Metro Siang, Metro TV, Kamis, 12 Februari 2026.




