Bisnis.com, JAKARTA — Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono dan Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa saling sindir terkait dengan anggaran pengadaan kapal nelayan.
Adapun, Trenggono hari ini dipanggil Presiden RI Prabowo Subianto ke Istana Negara. Berdasarkan pantauan Bisnis.com, Trenggono tiba di Istana Negara pada pukul 14.25 WIB, bersama Kepala BP BUMN Dony Oskaria.
Saat ditanyai awak media, Trenggono menjawab belum tahu persis materi pembahasan terkait pemanggilannya ke Istana Negara.
"Saya belum tahu persis. Nanti ya, nanti saja," kata Trenggono di Kompleks Istana Kepresidenan pada Kamis (12/2/2026).
Sementara, saat ditanyai awak media terkait dengan saling sindirnya dengan Purbaya soal anggaran pengadaan kapal nelayan, Trenggono memilih bungkam sembari senyum.
Saling sindir Trenggono dengan Purbaya bermula kala Purbaya mengkritik Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terkait dengan pengadaan kapal nelayan. Hal itu disampaikan Purbaya di acara Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia pada Selasa (10/2/2026).
Baca Juga
- Respons Instagram Trenggono, Purbaya Akui Anggaran Kapal Belum Cair
Dalam momen itu, Purbaya menjelaskan bahwa dirinya mengetahui dari pengusaha galangan bahwa mereka belum mendapat pesanan kapal dari KKP. Padahal, menurutnya anggaran sudah cair.
Pernyataan Purbaya itu dibalas Trenggono lewat unggahan di akun Instagram-nya. Dia menjelaskan bahwa sumber dana pengembangan kapal nelayan itu berasal dari pinjaman luar negeri, yakni dari Pemerintah Inggris.
Trenggono pun meminta Purbaya mengecek kembali kepada anak buahnya terkait pencairan anggaran pengembangan kapal.
"Yth Menteri Keuangan, supaya anda faham dan cerdas, bahwa dana utk pembangunan kapal tsb bersumber dari pinjaman luar negeri dari pemerintah UK, coba anda tanya dulu deh sama anak buah anda, bener gak itu uang kapal sudah di kucurkan?" tulis Trenggono di akun Instagram-nya @swtrenggono pada Selasa (10/2/2026).
Di Istana Negara kemarin, Rabu (11/2/2026), Purbaya menjawab sindiran Trenggono bahwa meskipun dana bersumber dari pinjaman luar negeri, namun tetap akan melalui Menteri Keuangan.
"Nanti kan lewat Menkeu juga," kata Purbaya pada Rabu (11/2/2026).
Dia menjelaskan bahwa anggaran pengembangan kapal memang belum dicairkan.
"Memang belum [dikucurkan]. Tapi kan gini, kalau Anda punya rencana buat kapal sekian ribu, masa nunggu sampai ada dananya dulu. Kan ada dana depannya kan. Itu aja belum keliatan gerakan di depan," ujar Purbaya.
Purbaya juga menjelaskan bahwa meskipun dirinya dengan Menteri KKP Trenggono saling sindir, tapi tetap bersahabat.
"Pak Menteri [Menteri KKP] kan sahabat saya juga, gampang," ujar Purbaya.





