Wamensos Ajak Warga Borobudur Mandiri Lewat Pelatihan Kerajinan Eceng Gondok

kumparan.com
3 jam lalu
Cover Berita

Wamensos Agus Jabo Priyono mengajak masyarakat di wilayah Borobudur, Jawa Tengah untuk serius mengikuti pelatihan kerajinan anyaman dari bahan baku eceng gondok. Sehingga melalui kegiatan ini diharapkan mampu membantu menambah penghasilan warga.

Hal ini Agus Jabo sampaikan saat meninjau pelatihan kerajinan anyaman eceng gondok di Balai Ekonomi Desa (Balkondes) Bumiharjo, Magelang, Jawa Tengah, Kamis (12/2/2026). Program pemberdayaan bagi kelompok rentan tersebut merupakan kolaborasi Kemensos dengan Pemkab Magelang dan PT Out of Asia.

"Dengan kita latihan ini, kita ingin berhijrah. Berhijrah dari kemarin-kemarin yang belum punya pendapatan, mudah-mudahan nanti dengan kita membikin anyaman yang kemudian menjadi tempat sampah, kemudian menjadi tali dan lain-lain, itu akan menjadikan kita punya penghasilan," kata Agus Jabo di hadapan para peserta pelatihan.

Agus Jabo menegaskan, Presiden Prabowo Subianto ingin agar seluruh masyarakat Indonesia berdaya dan mandiri. Salah satu upaya untuk mewujudkan hal tersebut adalah melalui pelatihan kerajinan anyaman eceng gondok ini.

"Apa mandiri itu? Seluruh rakyatnya bisa punya penghasilan sendiri, punya pendapatan sendiri. Supaya apa? Supaya iso (bisa) tersenyum, iso gemuyu (bisa tertawa), iso seneng uripe (bisa senang hidupnya), rumah tanggane rukun, anake iso sekolah (anaknya bisa sekolah), yen wis wafat munggah suwargo (yang sudah wafat masuk ke surga)," jelasnya.

Untuk tahap awal pelatihan ini, melibatkan warga dari berbagai desa yang ada di 3 kecamatan, yakni Kajoran, Salaman, dan Borobudur. Agus Jabo mendorong para peserta untuk serius mengikuti pelatihan.

"Jadi Pak Presiden tidak ingin rakyatnya susah. Pak Presiden ingin rakyatnya bisa gemuyu, Pak Presiden ingin supaya rakyatnya bisa hidup makmur, hidup sejahtera, bahagia lahir dan batin. Saya mohon panjenengan (bapak-ibu) serius," ungkap Agus Jabo.

"Ini baru awal-awal. Mudah-mudahan nanti bisa berkembang dan bisa melibatkan saudara-saudara kita yang lain," tambahnya.

Sementara itu, Camat Borobudur Subiyanto menyambut baik pelatihan ini. Dia berharap agar program pemberdayaan yang dilakukan mampu mengatasi masalah kemiskinan di wilayah Borobudur.

"Semoga ini menjadi langkah taktis dan strategis dalam mengentaskan kemiskinan warga kami. Besar harapan kami, pelatihan ini menjadi pemantik, menggeliat dan berkembangnya pemberdayaan masyarakat, pertumbuhan ekonomi masyarakat di wilayah kami," kata Subiyanto.

Di samping itu, Direktur Operasional PT Out of Asia, Arung Lusika menjelaskan, kebutuhan produk anyaman berbahan eceng gondok cukup besar. Bahkan, penjualannya pun mencapai pasar luar negeri

"Monggo, diseriusi. Kalau diperlukan, saya akan support wilayah Borobudur. Resource-nya sudah ada, kemampuannya sudah ada, tinggal kita berpikir bagaimana melahirkan produk yang bisa diserap di pasar ekspor internasional," ujar Arung.

Ia menambahkan, pelatihan serupa juga sebelumnya telah dilakukan di daerah Kalisalak, Kebasen, Banyumas, dan Wonosari. "Dan kita masuk ke Borobudur, kalau melihat situasinya ini, semangatnya melebihi dari pelatihan-pelatihan sebelumnya," ungkap dia.

Usai meninjau pelatihan kerajinan anyaman eceng gondok, Agus Jabo juga melihat langsung rumah produksi usaha sablon pokmas 'Karyaku' di Desa Karanganyar, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang. Tempat usaha ini mendapatkan bantuan 2 mesin sablon dari Kemensos.

Salah satu produk hasil karya rumah produksi ini adalah kaus oblong. Saat berkunjung, Agus Jabo mendapatkan hadiah 2 kaus, yakni warna putih dengan gambar karikatur wajahnya, dan kaus warna hitam bergambar wajah Pangeran Diponegoro.

"Ini contohnya, hasil karya dari masyarakat Borobudur. Kita berharap ini sebagai embrio, sebagai langkah awal mudah-mudahan dengan dua mesin ini nanti kita bisa berkembang menjadi besar, supaya masyarakat, khususnya di Karanganyar maupun di Kecamatan Borobudur bisa makmur karena mereka bisa bekerja, mendapatkan penghasilan dan Borobudur pada akhirnya memberikan dampak ekonomis kepada masyarakat yang ada di sekitar Borobudur," ujar Agus Jabo.

Agus Jabo tampak bahagia menerima hadiah kaus tersebut. Bahkan, ia langsung mengenakan kaus hitam bergambar Pangeran Diponegoro.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo Tiba di Palmerah, Lalu Lintas Terhenti 4 Menit
• 3 jam lalukompas.com
thumb
Nagita Slavina Masuk Bursa, Jadi Calon Pengendali PT Satu Visi Putra (VISI)
• 23 jam lalukumparan.com
thumb
Akting Bareng, Kevin Julio Gak Ngomong Seminggu Sama Ikang Fawzi Gara-Gara Ini
• 5 jam lalumedcom.id
thumb
Lubang Raksasa di Aceh Tengah Kian Meluas, Permukiman dan Lahan Pertanian Terancam
• 5 jam laluokezone.com
thumb
Refly Harun Harap Keterangan 3 Ahli Perkuat Posisi Roy Suryo Jadi Pihak yang Dikriminalisasi
• 7 jam lalukompas.tv
Berhasil disimpan.