JAKARTA, KOMPAS.TV - Budayawan sekaligus mantan pendukung Presiden Ketujuh RI Jokowi Widodo (Jokowi), Mohamad Sobary, dihadirkan kubu Roy Suryo Cs sebagai ahli untuk memberikan keterangan kepada penyidik Polda Metro Jaya, Kamis (12/2/2026).
"Nah, yang kedua adalah teman baik saya, dulunya termul sebenarnya, tetapi sekarang sudah sadar, Mohamad Sobary," kata kuasa hukum Roy Suryo Cs, Refly Harun di Polda Metro Jaya, Kamis pagi, dipantau dari Breaking News KompasTV.
"Saya pernah berdebat lama sama beliau. Nah, tetapi sekarang beliau justru mengatakan doktrin, bahwa beliau tidak ingin meringankan RRT, Roy Rismon dan Tifa atau Tifa Roy Rismon, tetapi beliau ingin membebaskan. Jadi bukan hanya meringankan, membebaskan."
Sebelum memberikan keterangan kepada penyidik, Sobary menyampaikan sejumlah pernyataan pada awak media. Ia mengaku akan menjelaskan seputar metodologi penelitian kepada penyidik.
"Saya hadir di sini sebagai orang yang akan menjelaskan dunia keilmuan dalam bidang kebudayaan. Nah, yang dijelaskan itu metodologi penelitian," ucapnya.
Sobary mengaku akan menjelaskan mengenai proses penelitian yang meliputi dari datangnya inspirasi meneliti, merumuskan proposal, sampai merumuskan instrumen penelitian.
Baca Juga: Jadi Ahli dari Kubu Roy Suryo Cs, Mantan Pendukung Jokowi Buka Suara
"Jadi, secara keilmuan saya akan pertanggungjawabkan yang dilakukan ini tidak ada sesuatu apa pun, sekecil apa pun yang menyimpang dari kaidah-kaidah keilmuan," ucapnya.
Selain itu, Sobary juga akan menjelaskan peran Roy Suryo, Tifauziah Tyassuma alias Dokter Tifa, dan Rismon Hasiholan Sianipar.
"Ketiga orang ini mewakili komunitas bisu dunia ilmu pengetahuan, komunitas bisu kaum intelektual, komunitas bisu warga masyarakat pada umumnya, dalam urusan menyatakan kebenaran dengan segenap risiko, tidak terlalu banyak orang berani. Tapi tiga orang ini berani," katanya.
Menurutnya, tiga orang itu sedang menjalankan peran kaum intelektual untuk menyampaikan risalah ilmiah, yang mana menurutnya bisa saja didebat.
"Nah, kalau Anda mau mendebat, debatlah pada wilayah yang namanya dunia ilmu yang tadi saya gambarkan," ujar Sobary.
"Dari wawancara tingkat pertama sampai akhir, aneka macam instrumen penelitian dipakai, sampai penulisan buku, itu wilayah mereka, itu wilayah bebas perdebatan."
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Tito-Dirhantoro
Sumber : Kompas TV
- mohamad sobary
- refly harun
- roy suryo cs
- roy suryo
- polda metro jaya
- ijazah jokowi





