KSAL targetkan kapal induk pertama Indonesia hadir sebelum HUT TNI

antaranews.com
16 jam lalu
Cover Berita
Jakarta (ANTARA) - Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali mengatakan kapal induk pertama milik Indonesia buatan Italia, Giuseppe Garibaldi ditargetkan tiba di Indonesia sebelum HUT TNI yakni 5 Oktober 2026.

"Untuk Garibaldi, masih dalam proses ya. Harapannya bisa sampai di Indonesia sebelum HUT TNI," kata Ali saat jumpa pers di Markas Pus Pom AL, Jakarta Pusat, Kamis.

Ali menjelaskan hingga saat ini pemerintah melalui Kementerian Pertahanan masih melakukan negoisasi dengan galang kapal Italia Fincantieri selaku pihak yang memproduksi Garibaldi.

Dia melanjutkan, negoisasi antara Kementerian Pertahanan dan Angkatan Laut Italia selaku pihak yang sebelumnya menggunakan kapal tersebut hingga saat ini juga masih berlangsung.

Namun demikian, Ali tidak menjelaskan secara rinci seperti apa proses negoisasi yang saat ini masih berlangsung.

Sebelumnya, Kepala Dinas Penerangan TNI AL (Kadispenal) Laksamana Pertama (Laksma) TNI Tunggul mengatakan pihaknya menghadirkan kapal induk Giuseppe Garibaldi untuk kepentingan misi operasi militer selain perang (OMSP).

"Kapal Induk tersebut akan digunakan dalam pelaksanaan OMSP," kata Tunggul kepada ANTARA di Jakarta.

OMSP merupakan misi kemanusiaan yang kerap dilakukan TNI dalam situasi darurat seperti membantu warga dalam proses evakuasi saat bencana alam ataupun kecelakaan dalam skala besar.

Tidak hanya itu, pengiriman prajurit perdamaian ke daerah-daerah konflik juga dikategorikan sebagai OMSP.

Menurut Tunggul, kapal tersebut cocok untuk misi OMSP karena dapat mengangkut kebutuhan logistik dalam jumlah besar. Tidak hanya itu, kapal tersebut juga memiliki daya jelajah yang tinggi dan dilengkapi dengan beberapa fasilitas yang mumpuni.

Namun demikian, dirinya tidak menutup kemungkinan kapal tersebut nantinya juga dipakai untuk misi operasi perang.

Saat ini, kata Tunggul, pihaknya sedang berupaya mengakuisisi kapal induk milik AL Italia. Namun, dia tidak menjelaskan dengan rinci seperti apa proses akuisisi yang tengah berlangsung antara TNI AL dan AL Italia.

Tunggul juga tidak menjelaskan berapa uang yang harus digelontorkan Kementerian Pertahanan untuk mengakuisisi kapal induk tersebut.

Untuk diketahui, kapal induk ini memiliki kesamaan dengan dua KRI baru milik TNI AL yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yakni sama sama dibuat oleh perusahaan asal Italia Fincantieri.

Kapal induk dengan panjang 180,2 meter ini dilengkapi dengan mesin penggerak super yang dapat menggerakkan kapal dengan kecepatan 30 knot atau 56 kilometer per jam.

Kapal pengangkut pesawat tempur ini juga dilengkapi beberapa radar jamming hingga senjata seperti peluncur oktupel Mk.29 untuk rudal antipesawat Sea Sparrow / Selenia Aspide , Oto Melara Kembar 40L70 DARDO, 324 mm tabung torpedo rangkap tiga dan Otomat Mk 2 SSM.

Baca juga: TNI AL siapkan kapal rumah sakit dalam pasukan perdamaian di Palestina

Baca juga: TNI AL tangkap kapal pengangkut nikel yang tidak berizin

Baca juga: 23 keluarga prajurit Marinir korban longsor terima bantuan Rp340 juta




Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Akselerasi Ekspor Digenjot, Wamendag Roro Esti Siap Bantu Buka Akses Buyer Global untuk HIPMI
• 8 jam lalutvonenews.com
thumb
Blok M yang Tak Pernah Benar-Benar Ditinggalkan
• 19 jam laluliputan6.com
thumb
Jambret Gagal Beraksi di, Polisi Amankan Pelaku dan Parang 
• 18 jam lalurealita.co
thumb
Megawati Bakal Tunaikan Umroh Usai dari Madinah, Doakan Indonesia
• 9 jam laludetik.com
thumb
Jennifer Aniston Rayakan Ulang Tahun ke-57, Dapat Kejutan Nostalgia dari Bintang
• 11 jam lalutabloidbintang.com
Berhasil disimpan.