Ancaman Trump dan Ambisi Kedaulatan Digital Uni Eropa

genpi.co
8 jam lalu
Cover Berita

GenPI.co - Kembalinya Donald Trump ke tampuk kekuasaan telah memicu urgensi baru bagi Uni Eropa untuk segera memperkuat kedaulatan digital.

Dilansir AFP, Rabu (11/2), meningkatnya manuver politik dan ekonomi Presiden Trump turut mengubah peta kecemasan Uni Eropa.

Jika sebelumnya ambisi blok ini untuk mengurangi ketergantungan ekonomi hanya tertuju pada China, kini mata Uni Eropa mulai melirik tajam ke arah teknologi Amerika Serikat.

Ancaman perdagangan dan wacana kontroversial Trump terkait Greenland telah memicu kekhawatiran besar bagi Uni Eropa.

Trump dinilai bisa saja menjerumuskan Eropa ke dalam "kegelapan digital".

Sejak Trump menarik dukungannya terhadap isu Greenland, para pejabat tinggi Uni Eropa kian gencar memperingatkan bahwa mereka sangat rentan terhadap guncangan geopolitik.

Pilihan yang tersisa hanya satu, yaitu mengejar kemandirian strategis di bidang pertahanan, energi, dan teknologi.

Ketergantungan ini memang nyata. Laporan Uni Eropa pada 2023 menunjukkan bahwa 27 negara anggotanya masih bergantung pada pihak asing untuk lebih dari 80 persen produk digital, layanan infrastruktur, dan kekayaan intelektual.

Namun, perlahan Eropa mulai memutus rantai ketergantungan tersebut.

Prancis menjadi salah satu yang terdepan dengan mewajibkan pegawai negerinya menggunakan alternatif buatan dalam negeri untuk menggantikan alat komunikasi populer seperti Zoom atau Microsoft Teams.

Kekhawatiran itu bukan tanpa alasan. Tahun lalu, Washington menjatuhkan sanksi kepada hakim Mahkamah Pidana Internasional yang berdampak pada pemutusan akses mereka ke layanan raksasa seperti Amazon dan Google.

Insiden tersebut membuktikan betapa kuatnya cengkeraman AS terhadap alat-alat yang menopang kehidupan masyarakat Eropa.

Penanggung jawab teknologi Uni Eropa Henna Virkkunen mengatakan teknologi yang sangat krusial tidak boleh bergantung pada satu negara atau perusahaan saja.

"Ketergantungan bisa dimanfaatkan sebagai senjata melawan kita," ujarnya.

Pada Maret mendatang, Virkkunen dijadwalkan meluncurkan paket "Kedaulatan Teknologi" besar-besaran yang mencakup sektor cloud computing, kecerdasan buatan (AI), dan produksi chip. (*)

Video seru hari ini:


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Korlantas Prediksi Masyarakat Bakal Mudik Lebih Awal
• 4 jam lalukompas.com
thumb
Bojan Hodak usai Persib Ditekuk Ratchaburi: Kami Gak Awali Laga dengan Baik
• 8 jam lalukumparan.com
thumb
Xiaomi dan Vivo Siap Luncurkan Flagship Terbaru pada September 2026
• 17 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Usai Menguat Tipis, Begini Proyeksi Bursa Asia Hari Ini (12/2)
• 22 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Program Keramba Ikan di Kota Raha Dapat Apresiasi Bupati Muna
• 11 jam lalutvrinews.com
Berhasil disimpan.