Penulis: Salmon
TVRINews, Muna
Program pengembangan keramba ikan yang digagas Kepala Dinas Perikanan Kabupaten Muna, Akira, di kawasan Sarana Olahraga (SOR) Kota Raha mendapat apresiasi dari Bupati Muna, Bachrun Labuta. Program ini diharapkan dapat diikuti oleh organisasi perangkat daerah (OPD) serta masyarakat Kabupaten Muna.
Program budidaya keramba ikan merupakan bagian dari visi dan misi Bupati dan Wakil Bupati Muna, Bachrun Labuta–Asrafil, dalam memperkuat sektor perikanan melalui inovasi budidaya keramba jaring apung. Metode ini dinilai lebih efisien, terjangkau, serta mampu meningkatkan pendapatan pembudidaya lokal.
Kepala Dinas Perikanan, Akira, menjelaskan keramba jaring apung memanfaatkan potensi kawasan SOR Kota Raha. Jumlah bibit ikan yang ditebar mencapai 3.000 ekor, dengan masa pemeliharaan sekitar tiga bulan. Dalam periode tersebut, berat ikan diperkirakan mencapai 300–350 gram per ekor.
“Tempat ini seharusnya memiliki potensi besar terkait ketahanan pangan. Kami menebar sekitar 3.000 ekor dengan masa pemeliharaan tiga bulan, dan berat ikan diperkirakan 300–350 gram per ekor,” ujar Akira.
Selain itu, Dinas Perikanan juga akan melakukan pendampingan masyarakat yang mengembangkan keramba jaring apung. Program ini bertujuan untuk meningkatkan ketahanan pangan dan keberlanjutan usaha budidaya perikanan masyarakat.
Sementara itu, Bupati Muna, Bachrun Labuta, menyebut program ini melibatkan 32 OPD di Kabupaten Muna. Pemerintah daerah menyiapkan anggaran Rp30 juta per OPD dan akan mulai dilaksanakan tahun ini. Pemerintah juga menyediakan lahan seluas 48 hektare di kawasan SOR Kota Raha.
“Program ini tidak hanya diharapkan meningkatkan PAD, tetapi juga memperkuat ketahanan ekonomi masyarakat dan mendukung pengembangan kawasan wisata pantai Kota Raha secara berkelanjutan,” kata Bachrun.
Editor: Redaksi TVRINews





