Legislator Dorong Investigasi demi Ungkap Motif Penembakan di Bandara Koroway

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono mendorong dilakukan investigasi menyeluruh setelah pesawat PT Smart Air Aviation ditembaki orang tak dikenal (OTK) di Bandara Koroway Batu, Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2).

"Kami mendorong agar dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengungkap pelaku dan motif di balik serangan ini," kata Dave melalui layanan pesan, Kamis (12/2).

BACA JUGA: Respons KSAD Terkait Penembakan Pesawat Smart Air

Diketahui, pilot dan kopilot meninggal dunia setelah insiden penembakan. 13 penumpang pesawat dinyatakan selamat.

Dave juga berharap proses hukum dari kasus penembakan pesawat di Bandara Koroway dilaksanakan tegas dan transparan.

BACA JUGA: Jenazah Kru Pesawat Smart Air Korban Penembakan Belum Dievakuasi

"Peristiwa ini harus menjadi perhatian serius bagi pemerintah dan aparat keamanan. Perlindungan terhadap warga sipil, termasuk awak penerbangan, merupakan tanggung jawab negara yang tidak boleh diabaikan," lanjut legislator fraksi Golkar itu.

Dave mengatakan penanganan Papua sebenarnya membutuhkan pendekatan komprehensif yang menggabungkan keamanan dengan dialog, pembangunan, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat.

BACA JUGA: Penembakan Pesawat di Papua Selatan, 13 Penumpang Selamat

"Langkah menyeluruh ini diharapkan mampu mengurangi ketegangan, memperkuat kepercayaan, serta menyelesaikan akar permasalahan secara berkelanjutan," kata dia.

Komisi I DPR RI, kata Dave, akan terus memastikan bahwa setiap kebijakan pemerintah terkait Papua dijalankan dalam koridor hukum dan menjunjung tinggi hak asasi manusia.

Termasuk, kata dia, kebijakan terkait Papua harus berorientasi pada kepentingan nasional dan perlindungan warga sipil. 

"Komitmen ini penting agar langkah yang ditempuh pemerintah tidak hanya menegakkan keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan masyarakat dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi perdamaian dan kesejahteraan di Papua," kata dia. (ast/jpnn)


Redaktur : M. Adil Syarif
Reporter : Aristo Setiawan


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Jaksa Tolak Eksepsi Peter Suyatmin, Penasihat Hukum Nilai Dakwaan Tak Konsisten
• 12 jam lalurealita.co
thumb
Momen Menhan Sjafrie Sowan ke Widodo AS, Panglima TNI Pertama dari AL
• 8 jam lalukompas.com
thumb
Bahlil Tegaskan Produksi Batu Bara Tetap Dipangkas demi Dongkrak Harga dan Warisan Anak Cucu
• 8 jam lalumatamata.com
thumb
KPK Serahkan Aset Rampasan Koruptor Rp16,3 Miliar ke Pemprov Jabar
• 6 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Polda Metro Jaya Amankan Ribuan Butir Ekstasi di Jakarta Barat
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.