Jangan Tergiur Cicilan Murah: Begini Cara Cek Lahan Sebelum Membeli Rumah

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Apakah Anda sedang berencana membeli rumah baru? Ada baiknya anda cermati tips berikut ini. Sering kali calon pembeli hanya fokus pada kemudahan akses ke fasilitas transportasi atau bentuk fasad rumahnya, tetapi melupakan hal penting lainnya. Apa potensi bencana yang mungkin terjadi di kawasan perumahan atau sekitarnya, terutama banjir.

Di balik brosur manis dengan tagline "Kawasan Bebas Banjir," ada kenyataan yang sering kali luput dari mata kita saat survei lokasi. Jangan sampai, baru setahun akad kredit, kita sibuk membersihkan rumah pascabanjir, atau lebih parah lagi dinding rumah mulai retak karena tanah yang bergeser.

Memilih hunian di era krisis iklim seperti sekarang mau tidak mau kita harus jadi cerdas. Berikut adalah cara memilih kawasan rumah baru agar tidak seperti "membeli kucing dalam karung".

1. Cek Riwayat Lahan: Bekas Rawa Tetaplah Rawa

Banyak pengembang membangun perumahan di atas lahan hasil urukan. Masalahnya, air memiliki "ingatan". Kawasan yang dulunya rawa, empang, atau daerah tangkapan air cenderung akan kembali didatangi air saat curah hujan ekstrem.

Tips: Jangan hanya datang saat cuaca cerah. Coba survei saat atau setelah hujan deras. Perhatikan apakah air meresap dengan cepat atau justru menggenang di jalanan depan calon rumah Anda. Tanya warga sekitar (yang bukan marketing perumahan) tentang riwayat genangan di sana dalam 5-10 tahun terakhir.

2. "Audit" Drainase dan Topografi

Jangan terpukau dengan selokan yang terlihat rapi di depan rumah. Lihat ke mana air itu bermuara. Drainase yang bagus harus memiliki saluran pembuangan akhir yang lebih rendah dan tidak terhambat.

Jika posisi perumahan Anda lebih rendah dari permukaan sungai di dekatnya, Anda hanya sedang menunggu waktu sampai air dari badan air naik ke area perumahan.

3. Gunakan Teknologi: Intip "Rapor" Bencana lewat Aplikasi

Saat ini, badan/lembaga pemerintah/peneliti sudah memetakan berbagai potensi bencana di seluruh Indonesia. Semua itu dapat diakses lewat ponsel. Anda bisa buka dua aplikasi ini.

InaRISK (BNPB): Masukkan lokasi calon rumah Anda. Aplikasi ini akan memunculkan skor risiko bencana, mulai dari banjir, gempa bumi, hingga tanah longsor secara spesifik di titik tersebut.

ZNT (Zona Nilai Tanah) dari ATR/BPN: Ini membantu Anda melihat peruntukan lahan yang sebenarnya.

4. Jeli pada Tanda-tanda Geologis di Sekitar Kawasan

Jika Anda melirik rumah di area perbukitan, perhatikan pohon-pohon atau tiang listrik di sekitarnya. Jika posisinya miring, itu adalah sinyal bahwa tanah tersebut tidak stabil (merayap). Perhatikan juga apakah ada retakan di jalan aspal menuju perumahan. Tanah yang "batuk" adalah pertanda awal longsor yang tak boleh diabaikan.

5. Cek Dokumen Amdal dan IMB/PBG

Pengembang yang kredibel pasti mengantongi izin yang jelas, termasuk analisis dampak lingkungan (Amdal). Pastikan perumahan tersebut tidak berdiri di atas lahan konservasi atau jalur hijau. Lahan yang melanggar aturan tata ruang biasanya akan memiliki masalah sistemik di masa depan, entah itu banjir kiriman atau masalah legalitas.

6. Pilih Kawasan yang Punya Konsep Mitigasi

Saat ini ada banyak perumahan yang turut fokus pada keberlanjutan lingkungan, atau ini jadi bahan refleksi para pengembang yang belum memikirkan mitigasi bencana saat perencanaannya. Jika pengembang sudah memiliki beberapa konsep ini, mungkin dapat menjadi pertimbangan yang baik buat pembeli.

Hal tersebut dapat berupa kolam retensi, ekodrainase (drainase yang mandiri mengolah air buangannya), memiliki sumur resapan kolektif, struktur bangunan memenuhi standar tahan gempa, dll.

Di negeri seperti Indonesia, literasi kebencanaan adalah sebuah keharusan. Semoga Anda dapat menemukan rumah pilihan yang minimal risiko bencananya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Stagnan di Rp2.947.000/Gram
• 13 jam lalumedcom.id
thumb
7.000 Bantuan Ramadan Senilai Rp 6,4 Miliar dari KSrelief Disalurkan ke Empat Provinsi
• 2 menit lalujpnn.com
thumb
BMKG Prakirakan Cuaca Jatim Berawan Tebal dan Berpeluang Hujan Petir saat Pagi hingga Sore Hari
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
thumb
Mentrans Tegaskan Pengembalian Hak Tanah Jadi Solusi Permanen Sengketa Lahan Transmigran
• 15 jam lalupantau.com
thumb
6 Arti Mimpi Pingsan, Tanda Beban Hidup Terlalu Berat dan Ada Emosi yang Tak Terselesaikan
• 1 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.