PT Garam & Pertamina Berkongsi Garap Proyek Jumbo Rp7 Triliun

bisnis.com
6 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Anak perusahaan ID Food, PT Garam (Persero) menggandeng PT Pertamina dalam proyek pengolahan limbah air garam menjadi garam industri pada 2026, dengan nilai investasi mencapai Rp7 triliun dan kapasitas produksi hingga 1 juta ton per tahun.

Sekretaris Perusahaan PT Garam Indra Kurniawan mengatakan proyek jumbo tersebut akan berlokasi di Balikpapan dengan memanfaatkan air buangan dari proyek Refinery Development Master Plan (RDMP) milik Pertamina yang selama ini hanya dinetralkan dan dibuang kembali ke laut.

Next-nya yang sedang kita kolaborasi dengan Pertamina itu sekitar investasinya Rp7 triliun, yang di Balikpapan dengan kapasitas 1 juta ton. Paling besar memang yang di Balikpapan dengan Pertamina,” kata Indra saat ditemui di Kantor KKP, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Indra menjelaskan, dalam proses RDMP, Pertamina membutuhkan air bersih untuk operasional boiler, sedangkan air garam atau sisa proses tersebut selama ini diolah untuk dinetralkan sebelum dibuang ke laut.

“Kita tawarkan kepada Pertamina, air buangan mereka daripada mereka olah untuk dibuang, tidak menghasilkan apa-apa, itu kita ambil. Dan itu disambut baik sama Pertamina dari PT Kilang Pertamina Internasional, juga didukung dari Pertamina Holding,” ujarnya.

Pembangunan pabrik garam industri tersebut memanfaatkan brine dari fasilitas Sea Water Reverse Osmosis (SWRO) Kilang Pertamina Balikpapan, sejalan dengan upaya optimalisasi limbah industri dan penguatan pasokan garam industri nasional.

Baca Juga

  • Pengusaha Mamin Blak-blakan Garam Petambak Susah Diserap Industri
  • KKP Sebut Harga Garam RI Tinggi Gegara Kendala Logistik
  • Danantara Bangun Pabrik Garam, Mampu Penuhi Kebutuhan Lokal?

Nantinya, Indra menyebut PT Garam, Pertamina, dan Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) akan membentuk entitas baru untuk mengelola pengolahan garam industri di Balikpapan.

“Dan kita sudah bersepakat, kita akan membentuk entitas baru untuk mengolah garam yang di Balikpapan itu. Bentuk PT baru nanti,” ungkapnya.

Dalam skema tersebut, PT Garam akan mengambil air buangan dengan kadar minimal 4 derajat Baume untuk kemudian diolah menggunakan teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR) agar dapat dikonversi kembali menjadi garam industri.

“Hal itu yang sudah kita MOU kan dengan Pertamina dan saat ini sedang penyusunan FS untuk kita ambil. Kita ambil air buangan tersebut untuk nantinya kita proses menggunakan teknologi MVR untuk kita jadikan Garam Industri kembali,” terangnya.

Adapun, proyek tersebut telah dipaparkan kepada Danantara dan mengincar groundbreaking kerja sama PT Garam—Pertamina pada fase kedua pada April 2026.

“Kapasitas yang akan terpasang di situ adalah 1 juta ton, karena memang potensi airnya sangat besar sekali. Kurang lebih air awal yang bisa kita manfaatkan adalah air buangan dengan minimal 4 derajat Baume yang akan kita olah menjadi garam industri,” terangnya.

Selain dengan Pertamina, PT Garam juga berencana menggarap 6 proyek lain sebagai bagian dari strategi penguatan industri garam nasional pada 2026.

Proyek tersebut meliputi pembangunan pabrik pengolahan garam di Rote, Nusa Tenggara Timur (NTT), dengan kapasitas 200.000 ton per tahun pada tahap pertama. Kemudian, pembangunan fasilitas pengolahan garam di Bipolo, NTT, berkapasitas 109.842 ton per tahun.

Berikutnya, PT Garam merencanakan dua proyek pabrik pengolahan garam berbasis teknologi Mechanical Vapor Recompression (MVR), masing-masing melalui kerja sama dengan Citycon berkapasitas 100.000 ton per tahun dan dengan ACWA Power berkapasitas 400.000 ton per tahun di Gresik.

Perusahaan juga akan membangun pabrik Calcium–Magnesium (Ca-Mg) di Sampang yang memanfaatkan bittern sebagai bahan baku turunan garam. Selain itu, di Jawa Timur, PT Garam akan membangun pabrik garam industri di Sumenep dengan kapasitas antara 80.000 hingga 160.000 ton per tahun.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kronologi 168 Ton Ganja Senilai Rp1,27 Triliun di Gayo Lues Dimusnahkan
• 16 jam lalurctiplus.com
thumb
Video: Hashim: Pemerintah Pantau OJK dan BEI dalam Reformasi Pasar Modal
• 11 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Iwa K Tegaskan Bukan Ayah Biologis Anak Denada
• 3 jam lalueranasional.com
thumb
Jelang Ramadan, Program JMN Fokus Pembangunan Masjid di Wilayah 3T
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Pemprov Jakarta Teken MoU dengan BPKP, Pramono: Kami Persilakan Audit Tanpa Batasan
• 20 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.