Ikatan Pilot Minta Pengamanan Penerbangan di Papua Diperketat Usai Insiden KKB

kumparan.com
10 jam lalu
Cover Berita

Ikatan Pilot Indonesia (IPI) mendesak pemerintah bersama Komite Nasional Keamanan Penerbangan (KNKP) agar memastikan keamanan dan keselamatan penerbangan di seluruh wilayah Papua.

Desakan ini disampaikan menyusul insiden penembakan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) yang menewaskan pilot Kapten Egon dan kopilot Kapten Baskoro dari maskapai Smart Aviation saat pesawat mendarat di Lapangan Terbang Korowai, Kabupaten Boven Digoel, Papua Selatan, Rabu (11/2).

Dewan Kehormatan IPI, Capt. Rama Noya, menegaskan serangan terhadap pilot sipil bukan sekadar tindak kriminal biasa, tetapi ancaman serius bagi dunia penerbangan nasional.

“Karena itu, kami mengimbau semua pihak, baik TNI/Polri maupun masyarakat adat Papua, untuk bisa menjaga keselamatan pilot yang telah melakukan pelayanan kepada masyarakat,” kata Rama saat konferensi pers di Bintaro, Kamis (12/2).

Rama menuturkan pihaknya sudah lama mendorong perbaikan sistem keamanan penerbangan di Papua, mengingat wilayah tersebut memiliki tingkat risiko tinggi dan sangat bergantung pada jalur udara.

Ia menyebut IPI bahkan telah melakukan berbagai kajian dan forum diskusi sejak beberapa tahun terakhir, termasuk melalui seminar keamanan penerbangan di Jayapura pada 2022.

“Sudah dilakukan berbagai kajian terhadap keamanan penerbangan di daerah berisiko tinggi. Seminar di Jayapura tahun 2022 menghasilkan rekomendasi implementasi keamanan penerbangan di Papua,” ujarnya.

Menurut Rama, pembunuhan terhadap pilot sipil menjadi peringatan keras yang tidak bisa dianggap sepele. Ia meminta penanganan serius agar kejadian serupa tidak kembali terulang.

“Kami juga meminta agar ada penanganan yang lebih serius karena kejadian pembunuhan terhadap pilot ini sangat fatal dan kami tidak ingin ini terjadi lagi,” tuturnya.

Rama menegaskan transportasi udara merupakan sektor strategis nasional yang sangat vital bagi Indonesia sebagai negara kepulauan. Jalur udara juga berperan penting dalam mendukung distribusi logistik, kebutuhan medis, hingga pergerakan ekonomi di wilayah terpencil.

Namun demikian, ia menilai keselamatan pilot sebagai ujung tombak penerbangan perintis belum sepenuhnya mendapatkan perlindungan maksimal.

“Kami pilot sipil di sini memberikan pelayanan. Karenanya, kami meminta keamanan kami dapat dijaga. Rekomendasi dari kami juga sudah ada yang dipenuhi oleh pemerintah, tetapi masih ada kekurangan,” tegasnya.

Soroti Pengamanan di Bandara

Ia menambahkan, IPI sebenarnya sudah sejak lama mendorong evaluasi keamanan penerbangan di Papua melalui seminar di Sentani, Jayapura, pada 2022 dan 2023. Dari forum tersebut, IPI juga telah mengeluarkan sejumlah rekomendasi kepada pemerintah.

“Kami sudah menyampaikan lima rekomendasi. Beberapa sudah dipenuhi, tetapi masih ada kekurangan yang harus diperbaiki,” tegas Rama.

Sementara itu, Direktur Teknik General Aviation IPI, Willy Resoeboen, menegaskan bahwa penerbangan yang mendarat di Korowai Batu merupakan penerbangan sipil reguler dan bandara tersebut dikelola pemerintah.

“Ini penerbangan sipil yang mendarat di bandar udara yang dikelola oleh pemerintah,” kata Willy.

Menurut Willy, tidak ada protokol khusus yang membedakan Bandara Korowai Batu dengan bandara lainnya di Indonesia. Sebab, ketika sebuah bandara dinyatakan layak operasi, seharusnya sudah memiliki program pengamanan sendiri.

“Kalau bandara sudah dinyatakan layak, seharusnya sudah ada program pengamanannya sendiri. Jadi, tidak ada protokol khusus,” ujarnya.

Willy menekankan bahwa Korowai Batu bukan bandara dengan aktivitas penerbangan yang jarang. Justru, rute Tanah Merah–Korowai Batu disebut memiliki intensitas penerbangan cukup tinggi setiap harinya.

“Penerbangan sipil menuju Korowai Batu itu bukan sesuatu yang jarang. Memang penerbangan itu setiap hari,” katanya.

Bahkan, Willy menyebut frekuensi penerbangan di rute tersebut bisa mencapai empat hingga lima kali dalam sehari, baik penerbangan berjadwal maupun tidak berjadwal.

“Kalau dilihat dari frekuensinya, sehari bisa empat sampai lima penerbangan. Itu cukup reguler,” ujarnya.

Karena itu, IPI menilai insiden penembakan tersebut menjadi alarm keras bagi semua pihak agar pengamanan bandara sipil di Papua diperkuat secara menyeluruh.

IPI juga meminta Komite Nasional Keselamatan Penerbangan (KNKP) ikut mengambil langkah pencegahan agar tragedi serupa tidak kembali terulang.

“Permintaan khusus kami kepada KNKP adalah sebagai langkah pencegahan agar kejadian ini bisa diredam dan tidak terulang lagi,” ujar Willy.

Di sisi lain, Willy juga mengungkap kondisi keluarga korban yang masih terpukul berat atas kejadian tersebut. Menurutnya, pilot yang gugur merupakan pilot sipil yang tidak pernah membayangkan akan kehilangan nyawa dalam tugas pelayanan.

“Ini pilot sipil. Kami tidak berpikir sampai harus meninggal karena dianiaya,” katanya.

Willy menyebut jenazah korban telah dievakuasi dari Korowai Batu menuju Timika untuk proses autopsi, sebelum diterbangkan ke Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng.

“Jenazah tadi pagi sudah dievakuasi ke Timika, dilakukan autopsi, dan sekarang dalam perjalanan menuju Cengkareng,” ujarnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Profil Mohamed Toure, Bintang Baru Timnas Australia
• 10 jam lalutvrinews.com
thumb
Tak Sekadar Mudik, TRAC Tawarkan Kemudahan Rental dan Paket Wisata Terintegrasi
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
Resmi jadi ayah, intip foto Pangeran Mateen gendong sang putri Zahra Mariam
• 7 jam lalubrilio.net
thumb
Minimaliassi TPPO, Imigrasi Soetta Perketat Penumpang Umrah Jelang Ramadan
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Waka Komisi XII DPR Optimistis RI Net Zero Emission 2060
• 7 jam laludetik.com
Berhasil disimpan.