BPJS PBI Nonaktif, Pasien Stroke di Depok Dapat Surat Jaminan yang Berlaku 2 Minggu

kompas.com
6 jam lalu
Cover Berita

DEPOK, KOMPAS.com - Setelah BPJS Kesehatan Penerima Bantuan Iuran (PBI) dinonaktifkan, pasien stroke bernama Dermawati (55) menerima Surat Jaminan Pelayanan (SJP) dari Dinas Kesehatan Depok yang hanya berlaku selama dua minggu.

SJP itu diterbitkan setelah status kepesertaan BPJS PBI milik Dermawati dinonaktifkan mendadak pada Senin (2/2/2026).

Padahal, saat itu sudah dijadwalkan kontrol bulanan di Rumah Sakit Universitas Indonesia (RSUI).

Baca juga: Cerita Pasien Stroke yang Tertunda Kontrol 9 Hari karena BPJS PBI Dinonaktifkan

“SJP-nya berlaku sejak 5 Februari lalu, hingga dua minggu ke depan kalau dari isi surat,” kata Esther (32), anak dari Dermawati, Kamis (12/2/2026).

Tertulis, SJP diberikan untuk Dermawati Aritonang sebagai pasien rawat jalan yang dibiayai sepenuhnya oleh Pemkot Depok di luar kuota Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Fungsinya, SJP itu akan menjadi pengganti jaminan untuk biaya pengobatan ibunya selagi memroses pengaktifan kembali Kartu Indonesia Sehat (KIS).

“Diberikan jaminan dari 5 Februari 2026 sampai dengan dua minggu setelah tanggal diterbitkan,” bunyi isi SJP.

Esther mengungkapkan, KIS milik ibunya yang dinonaktifkan akan reaktivasi pada 1 Maret 2026 dengan melalui beberapa proses administrasi dari kantor kelurahan dan kantor BPJS.

Meski demikian, Esther menilai keberadaan SJP tidak begitu kuat dan masih membuat hatinya cemas akan bayang-bayang tagihan kontrol atau pengobatan yang dijalani Dermawati kedepannya.

Hal itu berkaca pada status kepesertaan KIS yang tiba-tiba bisa dinonaktifkan.

“Kita panik karena kalau misalnya beribat itu kan mesti bayar, sedangkan kondisi kita gak mampu. Makanya saya mjnta tolong banget untuk KIS diaktifkan kembali,” ujar Esther.

Baca juga: BPJS PBI Nonaktif Mendadak, Pasien Stroke di Depok Terima SJP Sementara dari Dinkes

Saat pertama kali tahu soal PBI nonaktif, Esther sedang bersama ibunya yang telah mengantre sejak pagi di rumah sakit, dimulai dari mengambil nomor antrean.

“Pas tanggal 2 kita kontrol, kan ambil register nomor antrian dulu. Pas dipanggil nih sekitar pukul 10.00 WIB, dibilangin KIS mama enggak aktif,” tutur Esther.

Disebutkan, Dermawati merupakan pasien yang aktif berobat setelah pernah menjalani operasi dengan mengandalkan KIS sejak Januari 2025.

Usai operasi, ia diwajibkan kontrol bulanan di poli saraf yang sepenuhnya dibiayai KIS.

Namun, penonaktifan membuatnya baru kontrol dan mendapat sejumlah resep obat seminggu setelahnya, atau pada Rabu (11/2/2026).

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Beruntungnya, kondisi Dermawati sedang baik sehingga tidak ada efek meski tidak mengonsumsi obat selama sembilan hari.

“Baru kontrol kemarin, jadi semingguan lebih berarti ya ketundanya. Beruntungnya, kondisi ibu baik dan ini juga dia masih bersuara kan. Biasanya cuma diem terus,” jelas Esther.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Survei Kepuasan Masyarakat Terhadap Pemerintahan Prabowo-Gibran Menurut Indkestat: 79,2 persen
• 3 jam lalutvonenews.com
thumb
Kejagung Geledah Sejumlah Lokasi Terkait Kasus Dugaan Korupsi POME di Sumatera
• 3 jam laluokezone.com
thumb
Insinerator Dominasi Program WtE Global, Apa Saja Keunggulannya?
• 9 jam lalukatadata.co.id
thumb
Dian Sandi Respons Roy Suryo yang Desak Aparat Jadikannya Tersangka Kasus Ijazah Jokowi
• 10 jam lalukompas.com
thumb
PNM Raih Penghargaan Global Berkat Pemberdayaan Perempuan Melalui Orange Bonds
• 3 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.