Jika Kamu Mengetuk Sampai Ketukan Kesepuluh, Pintu Itu Akan Terbuka

erabaru.net
6 jam lalu
Cover Berita

EtIndonesia. Sepasang kekasih yang pernah saling mencintai saat masih kuliah, pada akhirnya berpisah hanya karena sebuah persoalan kecil.

Setelah lulus, mereka terpisah oleh jarak dan waktu, masing-masing menempuh jalan hidup yang berliku dan penuh ujian.

Pernikahan yang mereka jalani pun tidak berjalan bahagia. Karena itu, kenangan akan cinta muda mereka kerap muncul kembali di benak.

Kini, uban telah menghiasi dahi mereka. Dalam sebuah pertemuan yang tak terduga, takdir kembali mempertemukan keduanya.

Di tengah obrolan santai, mereka mengungkit kembali peristiwa lama itu.

Sang pria bertanya kepada sang wanita: “Malam itu aku datang mengetuk pintumu. Mengapa kamu tidak membukanya?”

Wanita itu menjawab dengan tenang: “Aku berdiri di balik pintu, menunggumu.”

“Menungguku? Menunggu apa?”

“Menunggu kamu mengetuk sampai ketukan kesepuluh. Tapi kamu hanya mengetuk sembilan kali.”

Baik pria maupun wanita itu pun diliputi penyesalan yang mendalam.

Sang wanita menyesali dirinya yang terlalu keras kepala. Padahal, dia bisa saja membuka pintu setelah ketukan kesembilan, atau setidaknya memanggil pria itu kembali saat dia hendak pergi. Dengan begitu, harga dirinya tetap terjaga. Mengapa dia harus bersikeras pada satu ketukan terakhir itu?

Lalu sang pria pun tersadar puluhan tahun kemudian, seolah terbangun dari mimpi panjang: “Ternyata pintu itu tidak benar-benar tertutup rapat. Mengapa aku tidak terus mengetuk? Padahal, hanya dengan satu ketukan lagi, segalanya mungkin akan menjadi berbeda.”

Dalam hidup, ada begitu banyak kesempatan yang terlewatkan. Kadang kesalahan terjadi karena kita terlalu keras mempertahankan sesuatu yang seharusnya bisa dilepaskan, atau karena kita terlalu mudah menyerah pada hal yang seharusnya dipertahankan.

Namun ada satu hal yang pasti: apa yang memang layak diperjuangkan, tidak boleh ditinggalkan begitu saja.

Hikmah Cerita

Dalam hidup, manusia memang membutuhkan prinsip dan pendirian. Namun ketika berhadapan dengan cinta dan ikatan keluarga, ada kalanya prinsip yang kaku justru berubah menjadi penghalang.

Dalam hubungan orang-orang yang saling mencintai, apakah selalu harus pihak yang salah yang terlebih dahulu meminta maaf?

Terkadang, ketika pihak yang sebenarnya benar bersedia merendahkan diri lebih dulu, justru membuat pihak yang salah semakin menyadari dan merasakan besarnya cinta yang diberikan.

Sebaliknya, jika pihak yang salah terlalu menjaga gengsi, sementara pihak yang benar bersikeras bahwa permintaan maaf harus datang lebih dulu, maka besar kemungkinan hubungan tersebut akan berakhir di sana.

Manusia adalah makhluk yang hidup dengan perasaan. Banyak persoalan dalam hidup tidak bisa diukur semata-mata dengan benar atau salah. 

Karena itulah ada pepatah lama yang berkata: “Hakim yang paling bijak pun sulit mengadili urusan rumah tangga.”

Ketika perasaan telah terlibat, yang benar belum tentu sepenuhnya benar, dan yang salah belum tentu sepenuhnya salah. Jika masing-masing tetap bersikeras pada prinsipnya, yang terjadi justru membuat jarak dan batas di antara keduanya semakin jelas.

Namun tentu saja, ketika satu pihak sudah bersedia merendahkan diri, pihak lain pun seharusnya menyambutnya dengan sikap yang baik. Jika justru tetap bersikap tinggi hati, terus menyalahkan dan mengeluh, maka hal itu bisa menimbulkan penolakan,dan membuat kesalahpahaman yang seharusnya bisa diselesaikan menjadi semakin sulit untuk diurai.(jhn/yn)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
6 Film India Romantis yang Cocok Ditonton Saat Valentine Bareng Pasangan
• 15 jam lalukatadata.co.id
thumb
Kali Bekasi Meluap Tengah Malam, Ratusan Rumah Terendam hingga 1 Meter!
• 11 jam laluokezone.com
thumb
Hashim Ungkap Prabowo Marah Usai IHSG Rontok 8%, BEI Berbenah
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Belanja Seperti Orang Biasa, Penampilan Sederhana Rihanna Tuai Pujian
• 54 menit lalutabloidbintang.com
thumb
Xiaomi dan Vivo Siap Luncurkan Flagship Terbaru pada September 2026
• 15 jam laluwartaekonomi.co.id
Berhasil disimpan.