Hashim Ungkap Prabowo Marah Usai IHSG Rontok 8%, BEI Berbenah

kumparan.com
5 jam lalu
Cover Berita

Utusan Khusus Presiden untuk Energi dan Lingkungan, Hashim Djojohadikusumo, mengungkap Presiden Prabowo Subianto marah setelah Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok hingga 8 persen pada akhir Januari 2026 imbas peringatan Morgan Stanley Capital International (MSCI). Merespons hal itu, Bursa Efek Indonesia (BEI) memastikan akan mempercepat langkah perbaikan, terutama dalam meningkatkan transparansi dan integritas pasar.

Pjs Direktur Utama BEI, Jeffrey Hendrik, mengakui peringatan dari MSCI menjadi alarm penting bagi otoritas bursa.

"Oh iya, tentu itu menjadi peringatan bagi kami. Untuk bisa secara lebih cepat lagi melakukan hal-hal yang tadi kami sampaikan. Meningkatkan transparansi pasar, meningkatkan integritas pasar," ujar Jeffrey saat ditemui di Menara CIMB, Kamis (12/2).

Ia menegaskan, langkah pembenahan akan dilakukan secepat mungkin untuk menjaga kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.

"Itu menjadi peringatan bagi kami. Dan itu akan kami lakukan dalam waktu secepat mungkin," tegasnya.

IHSG sempat terperosok 8 persen pada Rabu (28/1) dan Kamis (29/1) setelah MSCI mengumumkan perubahan metodologi penilaian free float saham di Indonesia. Kebijakan itu memicu kekhawatiran pelaku pasar dan berujung pada aksi jual besar-besaran.

Hashim dalam kesempatan terpisah mengungkap Prabowo marah saat mendengar kabar anjloknya IHSG. Menurut Hashim, gejolak pasar kala itu juga berdampak pada investor ritel.

Setelah kejadian itu, sejumlah pejabat di sektor pasar modal mengundurkan diri. Pada Jumat pagi (30/1), Iman Rachman mundur dari jabatan Direktur Utama BEI. Sore harinya, Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar, Wakil Ketua OJK Mirza Adityaswara, Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal Inarno Djajadi, serta Deputi Komisioner Pengawas Emiten Aditya Jayaantara turut menyatakan mundur.

Saat ini, posisi Dirut BEI dijabat sementara oleh Jeffrey Hendrik, sementara kepemimpinan OJK dijalankan oleh Friderica Widyasari dan Hasan Fawzi.

Terkait komunikasi lanjutan dengan MSCI, Jeffrey menyebut pembahasan teknis akan segera dilakukan.

"Belum, kemarin sudah kita diskusi. Setelah ini kita tentu akan lead level teknis, akan mengirimkan dokumen dan spesifikasi lagi untuk kemudian nanti kita tentukan lagi kapan jadwal berikutnya untuk pertemuan," jelasnya.

BEI pun menegaskan komitmennya menjaga kredibilitas pasar agar kepercayaan investor tidak kembali tergerus.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapan 8.000 Pasukan TNI Dikirim ke Gaza? Ini Kata Kemhan
• 13 jam laludetik.com
thumb
Malaysia Diserang Wabah Penyakit TB, Jalan-Jalan ke Johor Wajib Pakai Masker
• 17 jam laludisway.id
thumb
Bank Mandiri Taspen (Bank Mantap) Cetak Laba Rp1,58 Triliun pada 2025
• 1 jam lalubisnis.com
thumb
BRIN Terjunkan Tim Teliti Pencemaran Pestisida di Sungai Cisadane
• 6 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Veloz Hybrid EV Tampil di IIMS 2026, Masuk Sulsel Usai Lebaran
• 6 jam lalucelebesmedia.id
Berhasil disimpan.