Tips Puasa Sehat dan Lancar bagi Penderita Asam Lambung, Ini Cara Cegah GERD Kambuh Saat Ramadan

grid.id
8 jam lalu
Cover Berita

Grid.ID - Puasa Ramadan merupakan ibadah wajib bagi umat Muslim yang dijalani dengan menahan makan dan minum dari terbit fajar hingga terbenam matahari. Namun bagi penderita asam lambung atau gastroesophageal reflux disease (GERD), perubahan pola makan selama puasa bisa menjadi tantangan tersendiri.

Mengutip dari Kompas.com (24/3/2022), asam lambung naik biasanya ditandai dengan sensasi panas di dada, perut mulas, hingga rasa asam di tenggorokan. Kondisi ini kerap kambuh ketika pola makan tidak teratur atau mengonsumsi makanan pemicu.

Meski begitu, penderita asam lambung tetap bisa menjalankan puasa dengan aman. Kuncinya adalah menerapkan pola makan yang tepat serta menghindari kebiasaan yang dapat memicu refluks.

Salah satu penyebab utama asam lambung kambuh adalah perut yang terisi terlalu penuh. Karena itu, penting untuk tidak langsung makan dalam jumlah besar saat berbuka puasa.

Disarankan untuk makan dalam porsi kecil dan perlahan. Cara ini membantu sistem pencernaan bekerja lebih ringan dan mencegah tekanan berlebih pada lambung.

Selain itu, mengutip dari Tribunhealth (13/3/2024), penderita GERD perlu menghindari makanan berlemak dan pedas saat sahur maupun berbuka. Jenis makanan tersebut dapat memicu produksi asam lambung berlebih.

Minuman berkafein seperti kopi dan teh, serta cokelat, juga sebaiknya dibatasi. Kandungan di dalamnya dapat memperparah gejala asam lambung pada sebagian orang.

Makanan yang mengandung tomat dan bawang juga termasuk pemicu yang perlu diwaspadai. Konsumsi berlebihan dapat menyebabkan rasa tidak nyaman di lambung.

Saat berbuka, banyak orang memilih minuman segar seperti sirup atau soda. Namun minuman bersoda sebaiknya dihindari karena dapat menyebabkan sering bersendawa yang memicu naiknya asam lambung.

Air putih atau minuman hangat bisa menjadi pilihan yang lebih aman. Cairan ini membantu tubuh terhidrasi tanpa merangsang produksi asam lambung secara berlebihan.

Kebiasaan langsung tidur setelah sahur juga perlu dihindari. Posisi tubuh yang langsung berbaring dapat memudahkan asam lambung naik ke kerongkongan.

 

Setelah makan, usahakan tetap dalam posisi duduk atau berdiri tegak selama beberapa waktu. Gravitasi akan membantu menjaga asam lambung tetap berada di dalam perut.

Saat tidur malam, penderita asam lambung dianjurkan untuk meninggikan posisi tubuh bagian atas sekitar 15–20 sentimeter. Cara ini dapat membantu mencegah refluks saat beristirahat.

Dengan menerapkan pola makan teratur, menghindari makanan pemicu, serta menjaga posisi tubuh setelah makan, penderita asam lambung tetap dapat menjalankan ibadah puasa dengan nyaman. Puasa yang dijalani dengan benar bahkan dapat membantu mengontrol pola makan dan menjaga kesehatan lambung selama Ramadan. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
IIMS 2026 Integrasikan Otomotif & MICE, Hadirkan Automotive Tourism
• 10 jam lalumedcom.id
thumb
Montella dan Calhanoglu Bahas Persiapan Turki Jelang Play-Off Piala Dunia
• 9 jam lalutvrinews.com
thumb
Foto: Trotoar Salemba Penuh Sesak, Ada PKL hingga Kendaraan Parkir Sembarangan
• 10 jam lalukumparan.com
thumb
SMA Unggul Garuda Baru Akan Gunakan 3 Kurikulum Sekaligus, Apa Saja?
• 9 jam lalumedcom.id
thumb
Soroti Penurunan Indeks Persepsi Korupsi, PDIP Siapkan Kurikulum Pencegahan Korupsi Internal
• 19 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.