Kepala Staf AU Pakistan Datangi Prabowo di Istana, Bahas Apa?

kompas.com
8 jam lalu
Cover Berita

JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto menerima kunjungan Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Pakistan, Air Chief Marshal Zaheer Ahmad Babar Sidhu di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2/2026).

Pantauan Kompas.com di Kompleks Istana sekitar pukul 16.03 WIB, Sidhu tiba dengan menaiki mobil dinas berpelat dinas TNI AU.

Sidhu datang bersama tiga orang jajarannya dengan memakai seragam dinas militernya.

Dua orang perwira TNI AU pun turut mengawal dan mendampingi kedatangan Sidhu ke Istana.

Sejak turun dari mobil dinas, Sidhu langsung berjalan masuk ke dalam gerbang Istana.

Ia tidak mengatakan sepatah kata pun kepada awak media.

Baca juga: Golkar Pastikan Bahlil Jadi Caleg DPR di Pemilu 2029, Bukan Cawapres Prabowo

Diketahui, Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan sebelumnya telah menemui Menteri Pertahanan RI Sjafrie Sjamsoeddin, Panglima TNI, dan para kepala staf angkatan di Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Selasa, (10/2/2026).

Dikutip dari situs resmi Kementerian Pertahanan, pertemuan tersebut berlangsung usai Menhan memberikan pengarahan dalam Rapat Pimpinan (Rapim) TNI.

Dalam keterangan yang sama, pertemuan ini adalah kelanjutan dari kunjungan di Pakistan pada Januari 2026 lalu.

Pertemuan ini menegaskan pada langkah-langkah implementatif guna meningkatkan kerja sama yang konkret khususnya di bidang Angkatan Udara dan kolaborasi industri dirgantara nasional.

Baca juga: Golkar Tegaskan Dukung Prabowo 2 Periode, Wapresnya Dibahas Belakangan

.ads-partner-wrap > div { background: transparent; } #div-gpt-ad-Zone_OSM { position: sticky; position: -webkit-sticky; width:100%; height:100%; display:-webkit-box; display:-ms-flexbox; display:flex; -webkit-box-align:center; -ms-flex-align:center; align-items:center; -webkit-box-pack:center; -ms-flex-pack:center; justify-content:center; top: 100px; }

Sejalan dengan hal tersebut, Indonesia dan Pakistan sepakat mendorong pembentukan working group bersama sebagai instrumen percepatan realisasi kerja sama.

Melalui mekanisme ini, kedua negara tidak hanya memperdalam kolaborasi yang telah berjalan, tetapi juga memperluas cakupan kemitraan ke lintas matra, pertahanan siber, kecerdasan buatan, serta industri strategis, sebagai langkah adaptif menghadapi dinamika peperangan modern dan menjaga stabilitas kawasan.

KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sidang Gugatan di MK, Kemenhan Tolak Dalil Peradilan Militer Tak Objektif
• 3 jam laluliputan6.com
thumb
Harga Emas Dunia 12 Februari 2026 Redup Imbas Laporan Tenaga Kerja AS
• 17 jam lalubisnis.com
thumb
Bajaj Dilarang Melintas, Pemkot Solo Pasang Rambu di Jalan Protokol
• 2 jam laludetik.com
thumb
Banjir Terjang 2 Desa di Bogor Bawa Batu, 68 Rumah Terendam
• 19 jam laludetik.com
thumb
Persik waspadai pola permainan PSIM Yogyakarta
• 13 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.