Kapolri Bicara Tantangan 2 Tahun ke Depan: Geoekonomi hingga Misinformasi

detik.com
10 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo berbicara mengenai tantangan global dalam dua tahun ke depan. Salah satu yang disorotnya adalah geoekonomi atau kondisi ekonomi global.

"Dari Global Risks Report 2026, risiko paling kritis dalam jangka waktu 2 tahun ke depan adalah masalah konfrontasi geoekonomi," kata Jenderal Sigit dalam sambutannya saat pembukaan retret Kokam di Satlat Brimob, Bogor, Jawa Barat, Kamis (12/2/2026).

Kapolri menyebut banyaknya sanksi dalam perang dagang global menjadi tantangan bersama. Hal tersebut juga berkaitan dengan politik dagang di antara negara-negara yang terlibat.

"Banyaknya sanksi, perang dagang, pembatasan terhadap investasi, termasuk juga bagaimana suatu negara bisa diatur, diberi sanksi terkait dengan masalah ekonominya apabila dia tidak sepakat atau melanggar sesuatu yang tidak dikehendaki oleh negara-negara tersebut," ucapnya.

Baca juga: Kapolri Ajak Kokam Sinergi Dukung Program Pemerintah, Jaga Stabilitas Kamtibmas

Tantangan kedua yang disoroti Jenderal Sigit yaitu masalah misinformasi dan disinformasi. Kemudian masalah polarisasi sosial dan politik di masyarakat.

"Yang kedua adalah masalah misinformasi dan disinformasi. Yang ketiga masalah polarisasi sosial dan politik, dan juga cuaca ekstrem yang saat ini juga kita rasakan terjadi berbagai bencana," ujar Kapolri.

"Bencana Sumatera, banjir tanah longsor di beberapa wilayah negara kita, baik di Jawa maupun di Indonesia bagian tengah dan hampir merata, dan ini akan terus terjadi selama beberapa hari ataupun bulan ke depan," tambahnya.

Dia menilai situasi global tersebut akan berdampak kepada Indonesia. Menurutnya, berbagai sektor akan turut terdampak mulai dari pangan hingga energi.

"Kemudian juga kelangkaan komoditas-komoditas tertentu dan tentunya ini berdampak terhadap meningkatnya angka kemiskinan. Ini tentunya menjadi tantangan kita semua," pungkasnya.

Baca juga: Kapolri Waspadai Paham Neo-Nazi dan White Supremacy yang Sasar Anak-anak




(rdh/fas)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Bos Buzzer Ungkap Alur Produksi Konten Pesanan Marcella Santoso, Disebarkan Tim Cyber Army
• 6 jam lalukompas.com
thumb
Kapuspenkum Ungkap Ultimatum Jaksa Agung ke Jaksa soal Aset Sitaan
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Unilever Indonesia Bukukan Penjualan Bersih Rp31,9 Triliun pada 2025
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Promo Shopee Jelang Ramadan: Diskon 99%, Serba Rp 1 hingga Voucer 50%
• 18 jam lalukatadata.co.id
thumb
Saling Menghormati, MUI Tanggapi Potensi Perbedaan Awal Ramadhan
• 10 jam lalupantau.com
Berhasil disimpan.