Sambut Ramadan, Ratusan Siswa di Jombang Gelar Pawai Grebek Apem dan Berbagi ke Warga

tvonenews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jombang, tvOnenews.com – Suasana pagi di sekitar SMP Negeri 4 Jombang, Jawa Timur, tampak berbeda pada Kamis (12/2). Ratusan siswa dan guru keluar dari lingkungan sekolah dengan membawa gunungan apem setinggi dua meter.

Mereka berjalan beriringan menyusuri kampung sekitar dalam tradisi tahunan bertajuk Grebek Apem, sebuah ritual budaya untuk menyambut datangnya bulan suci Ramadan.

Gunungan apem yang dipikul para siswa menjadi pusat perhatian warga. Tak hanya satu, puluhan tumpeng apem dengan aneka hiasan turut dibawa dalam arak-arakan.

Kue tradisional khas Jawa itu merupakan hasil buatan para guru dan siswa sendiri, yang dipersiapkan sejak beberapa hari sebelumnya.

Sepanjang rute pawai, warga tampak antusias menyambut rombongan. Apem yang telah didoakan kemudian dibagikan kepada masyarakat sekitar sekolah sebagai simbol berbagi dan mempererat silaturahmi menjelang Ramadan.

Kepala SMPN 4 Jombang, Agus Try Prastyo, mengatakan tradisi Grebek Apem telah menjadi agenda rutin sekolah setiap tahun sebagai bagian dari pendidikan karakter dan spiritual siswa.

“Grebek apem ini rutin kami laksanakan setiap tahun. Tujuannya untuk menyiapkan anak-anak secara moral dan spiritual menghadapi bulan Ramadan. Apem ini dibuat bersama oleh guru dan siswa, lalu dibagikan kepada masyarakat,” ujarnya.

Menurut Agus, kegiatan ini bukan sekadar pawai budaya, tetapi juga sarana pembelajaran langsung tentang nilai berbagi, kebersamaan, dan makna Ramadan.

Dengan terlibat langsung dalam proses membuat hingga membagikan apem, siswa diajak memahami bahwa ibadah puasa tidak hanya soal menahan lapar, tetapi juga memperkuat kepedulian sosial.

Dalam tradisi Jawa, apem diyakini berasal dari kata “afwan” yang berarti permohonan maaf. Karena itu, Grebek Apem dimaknai sebagai simbol saling memaafkan sebelum memasuki bulan penuh ampunan.

“Apem ini melambangkan afwan atau saling memaafkan. Harapannya, anak-anak bisa memasuki Ramadan dengan hati bersih dan semangat ibadah yang lebih baik,” tambah Agus.

Bagi para siswa, kegiatan ini menjadi pengalaman berkesan. Selain belajar tentang budaya lokal, mereka juga merasakan langsung kebahagiaan saat berbagi dengan masyarakat. Warga sekitar pun menyambut tradisi tersebut sebagai pengingat bahwa Ramadan bukan hanya soal ibadah personal, tetapi juga tentang mempererat hubungan sosial.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Hasto Kristiyanto: PDIP Beri Masukan Konstruktif Atasi Tekanan Eksternal
• 11 jam lalujpnn.com
thumb
Relasi RI-Pakistan Kian Erat, Pertemuan Tingkat Tinggi Disiapkan
• 5 menit lalukompas.id
thumb
Harga Beras Melonjak, Bulog Kirim 3 Ton Pangan ke Pedalaman Mahakam Ulu
• 14 jam lalubisnis.com
thumb
Bintang dengan Gaji Tertinggi di Piala Dunia 2026, CR7 Memimpin
• 2 jam lalutvrinews.com
thumb
Jelang PSM Makassar vs Dewa United, Ini Pesan Khusus Suporter kepada Tomas Trucha
• 9 jam laluharianfajar
Berhasil disimpan.