Kontroversi Berkas Epstein: DOJ Dituduh Pantau Aktivitas Anggota Kongres AS

metrotvnews.com
13 jam lalu
Cover Berita

Washington: Jaksa Agung Amerika Serikat (AS) Pam Bondi terlihat membawa catatan riwayat pencarian internet anggota Kongres Pramila Jayapal terkait basis data dokumen Departemen Kehakiman (DOJ) tentang pelaku kejahatan seksual, Jeffrey Epstein.

Peristiwa ini terjadi dalam sebuah sidang Komite Kehakiman DPR di hari Rabu.

Dikutip dari CNBC, Kamis, 12 Februari 2026, foto map hitam yang dibawa Bondi dalam sidang memperlihatkan tulisan “Jayapal Pramila Search History” serta daftar dokumen dengan nomor yang sesuai dengan nomor berkas Epstein.

Jayapal, anggota Partai Demokrat dari negara bagian Washington yang duduk di Komite Kehakiman, bersama sejumlah anggota Kongres lain dalam beberapa hari terakhir mengunjungi DOJ untuk meninjau dokumen terkait Epstein yang tidak tersedia untuk publik.

Pada Rabu malam, Jayapal mengkritik keras Bondi melalui unggahan di platform X.

“Ini sepenuhnya tidak pantas dan melanggar prinsip pemisahan kekuasaan jika DOJ memantau kami saat menelusuri berkas Epstein,” tulisnya.

“Bondi datang hari ini dengan semacam buku catatan yang berisi riwayat pencarian email yang saya akses,” kata Jayapal. “Itu keterlaluan dan saya akan menindaklanjuti serta menghentikan pengawasan terhadap anggota legislatif ini.”

Ketua DPR AS Mike Johnson, ketika ditanya MS Now apakah tindakan Bondi tersebut pantas, mengatakan bahwa, “Saya tidak akan mengomentari tuduhan yang belum terbukti. Saya tidak tahu apa-apa tentang itu.”

“Saya belum melihat atau mendengar apa pun soal itu, tetapi itu akan tidak pantas jika benar terjadi,” tambahnya. Ketegangan dalam Sidang Sebelumnya dalam sidang hari yang sama, Jayapal terlibat adu argumen dengan Bondi setelah meminta para korban pelecehan Epstein yang hadir di ruangan untuk berdiri jika mereka belum sempat bertemu dengan DOJ. Sejumlah perempuan kemudian berdiri dan mengangkat tangan.

“Saya tidak akan turun ke level rendah untuk drama dia,” kata Bondi ketika Jayapal memintanya meminta maaf kepada para korban karena DOJ dinilai gagal sepenuhnya menyunting nama mereka saat dokumen dirilis ke publik.

Jayapal kemudian mengatakan kepada MS Now bahwa ia mencurigai DOJ memberi akses dokumen lengkap Epstein kepada anggota Kongres untuk mengumpulkan informasi tentang kemungkinan pertanyaan yang akan diajukan dalam sidang.

“Apakah ini alasan mereka membuka akses dokumen itu kepada kami dua hari lebih awal? Supaya mereka bisa memantau anggota dan melihat apa yang akan kami tanyakan?” ujarnya.

Hingga kini DOJ belum menanggapi permintaan komentar terkait apakah Bondi benar membawa riwayat pencarian Jayapal, alasan memilikinya, atau apakah lembaga itu melacak aktivitas pencarian anggota Kongres lainnya.

Baca juga:  Yayasan Milik Bill Gates Tegaskan Tak Pernah Beri Dana ke Jeffrey Epstein


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dubes Pakistan Ungkap Isi Pertemuan dengan Presiden Prabowo, Bahas Pertahanan hingga KTT D8
• 8 jam lalutvrinews.com
thumb
KGPH Purbaya Resmi Ganti Nama Jadi Sri Susuhunan Pakubuwono XIV di KTP
• 9 jam laludetik.com
thumb
Sempat Disorot Kemendagri, JPU KPK Tanya Khofifah Mengenai Alokasi Dana Hibah
• 5 jam lalubisnis.com
thumb
One Global Capital Bagikan Imbal Hasil Rp1,2 Triliun, Investasi Properti Sydney Tembus Puluhan Kali Lipat
• 6 jam laluerabaru.net
thumb
KIJA Operasikan Pabrik Mini LNG Rp284 Miliar di Pasuruan
• 10 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.