Penulis: Redaksi TVRINews
TVRINews, Sumatera
Pemerintah terus memacu pembangunan hunian sementara (huntara) dan hunian tetap (huntap) sebagai bagian dari upaya rehabilitasi serta rekonstruksi pascabencana di wilayah Sumatra. Langkah percepatan ini diambil untuk memastikan masyarakat terdampak dapat segera menempati kediaman yang lebih layak dan aman.
Berdasarkan keterangan yang diperoleh pada Kamis 12 Februari 2026, progres pembangunan huntara menunjukkan perkembangan yang signifikan. Di Kabupaten Gayo Lues, Aceh, personel TNI dari Kodim setempat terlibat aktif dalam membangun huntara bagi warga terdampak bencana di Desa Agusen, Kecamatan Blangkejeren. Saat ini, sejumlah unit telah berdiri dan memasuki tahap penyempurnaan, sementara kerangka bangunan lainnya terus didirikan guna memenuhi kapasitas hunian.
Percepatan serupa juga terlihat di Sumatra Barat. Saat ini tercatat sembilan titik kawasan huntara telah rampung dan siap huni. Kawasan tersebut tersebar di Kabupaten Lima Puluh Kota, Kabupaten Agam, Kabupaten Padang Pariaman, Kabupaten Pesisir Selatan, Kabupaten Tanah Datar, dan Kota Padang. Adapun satu kawasan di Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Pesisir Selatan, masih dalam proses pengerjaan dengan progres mencapai 65 persen.
Sementara itu di Sumatra Utara, pembangunan huntara berjalan beriringan dengan pembangunan huntap. Di kawasan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, pengecoran struktur bangunan huntap telah dimulai di lahan PTPN IV. Hunian permanen ini dirancang sebagai solusi jangka panjang bagi warga yang kehilangan tempat tinggal.
Sebelumnya, dalam Konferensi Pers Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Wilayah Sumatera di Jakarta, Rabu (11/2), Ketua Satuan Tugas PRR sekaligus Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian menegaskan bahwa pemerintah berkomitmen mempercepat pemindahan warga dari tenda darurat ke hunian yang lebih permanen.
Pemerintah sendiri menargetkan pembangunan 17.036 unit huntara secara total. Hingga saat ini, sebanyak 5.489 unit atau sekitar 32 persen telah berhasil diselesaikan di tiga provinsi terdampak. Sedangkan untuk huntap, target pembangunan mencapai 15.719 unit, dengan rincian 3.657 unit di Sumatra Barat, 3.462 unit di Sumatra Utara, dan 8.600 unit di Aceh.
Keseluruhan proses pembangunan ini merupakan hasil kerja terpadu antara BNPB, Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pemerintah daerah, serta dukungan personel TNI dalam pengerjaan fisik maupun distribusi material di lapangan.
Editor: Redaktur TVRINews





