Sur (41), seorang ibu rumah tangga di Makassar, Sulawesi Selatan, nekat membakar toko emas dan membawa kabur emas senilai Rp 2 miliar. Pelaku mengaku terlilit utang.
Seperti hari-hari biasanya, keramaian kembali datang di Jalan Somba Opu, Makassar, Kamis (12/2/2026) pukul 13.30 Wita. Kendaraan hilir mudik. Pembeli silih berganti datang membeli dan menjual emas. Ada juga yang sekadar lewat.
Kawasan jalan Somba Opu adalah pusat niaga emas di Makassar. Di jalan sepanjang sekitar 500 meter ini berderet puluhan toko emas dan banyak lagi penjual emas kaki lima. Hampir tidak ada yang berbeda hari itu.
Anca (37), penjual beli emas kaki lima juga sibuk melayani pembelinya meski transaksinya tak seramai Toko Emas Logam Mulia, salah satu tempat paling laku di Somba Opu, yang ada di belakangnya.
Akan tetapi, kejutan tak diundang itu datang. Tiba-tiba, dari dalam Toko Emas Logam Mulia, suara panik terdengar. Karyawan toko berteriak.
”Kebakaran !!!'”.
“Saya balik ke belakang sudah ada api dan asap. Mereka semua panik. Ditambah lagi ada karyawan juga teriak ’ada yang bawa lari emas’,” tuturnya.
Bukan bualan, Anca lantas melihat perempuan berbaju terusan warna abu-abu bermotif bunga keluar melalui pintu samping. Pelaku yang belakang diketahui berinisial Sur (41), terlihat membuka sendal berwarna cokelat dan berlari kencang. Ia membawa wadah yang berisi perhiasan emas.
Karyawan dan warga di sekitar lantas mengejarnya. Sur pun ditangkap sekitar 500 meter dari lokasi kejadian.
Tidak butuh waktu lama, Sur lalu digelandang dan dimasukan di dalam Toko Emas Logam Mulia. Alasannya, demi menyelamatkan nyawa pelaku dari amukan warga. Polisi yang datang lalu menangkap pelaku dan membawanya ke markas Polrestabes Makassar.
Firman (42), saksi lainnya menuturkan, pelaku sebelumnya masuk ke dalam toko berpura-pura hendak membeli emas. Tidak tanggung-tanggung, jumlahnya hingga satu kilogram.
Tidak curiga, karyawan toko lalu melayani Sur. Sebuah wadah berisi perhiasan emas dikeluarkan. Beratnya ratusan gram. Nilainya miliaran rupiah.
Sur lalu berpura-pura untuk memotret emas tersebut dan mengirimkan ke suaminya. Di saat yang sama, ia juga mengeluarkan dua buah botol plastik kemasan berisi bahan bakar.
“Dari yang saya dengar, pelaku bakar tisu dan botol sambil dibuang ke bawah. Api membesar dan karyawan panik. Di situ pelaku bawa wadah emas itu sambil lari,” tuturnya.
Kepala Polrestabes Makassar Komisaris Besar Arya Perdana mengatakan, pelaku sempat kabur membawa emas senilai Rp 2 miliar, sebelum tertangkap. Pelaku diketahui memang telah berniat mencuri. Modusnya membakar toko.
“Jadi dia sudah membawa botol air mineral diisi dengan minyak. Saat emas sudah dikumpul dalam satu wadah, lalu dibakarlah toko tersebut. Ketika api sudah muncul, orang-orang di toko itu panik, lalu barang itu dibawa kabur oleh pelaku. Untungnya di lokasi banyak orang sehingga pelaku segera diamankan,” tambahnya.
Arya menyebut, berdasarkan pemeriksaan sementara, pelaku nekat karena terlilit utang. Dia mengaku melakukannya semuanya sendiri.
Adapun total emas yang sempat diambil masih dihitung. “Kita masih hitung karena ada yang 98 gram, 100 gram jadi macam-macam tapi kalau nilainya karena dari pihak toko menyampaikan kurang lebih Rp2 miliar,” kata Arya.
Sosiolog Universitas Hasanuddin Rahmad Hidayat menuturkan, kejadian ini mengundang keprihatinan yang dalam untuk semua. Sebab, pelaku yang seorang ibu nekat merampok dengan cara kasar dan membahayakan banyak orang di siang bolong
Kejadian kriminalitas seperti ini, ia menuturkan, merupakan sebuah patologi sosial di masyarakat. Celakanya, kejadian kian berulang dengan cara yang makin nekat. Fenomena seperti ini penting untuk dilihat secara lebih jauh dan dalam.
“Mengapa orang bisa begitu nekat datang membakar, dan mencuri emas di siang bolong? Apakah kemampuan ekonomi, pekerjaan tidak ada, bebam hidup berat, atau faktor lainnya? Pemerintah tidak boleh tinggal diam dan menganggap sepele kejadian ini,” tuturnya.
Di sisi lain, setiap orang harus sadar dengan kemampuan pribadi dan keluarga. Pendapatan harus lebih banyak dari pengeluaran. Saat seseorang mengalami defisit, terlebih menanggung beban keluarga, maka berpotensi melakukan sesuatu yang melanggar hukum.
Kamis jelang sore, Toko Emas Logam Mulia tertutup rapat. Tidak ada lagi keramaian seperti sebelum kejadian. Sebagai gantinya, aparat kepolisian bersenjata lengkap berjaga di depan toko.
Mengingat lagi kejadian itu, Anca tak menyangka bakal menyaksikan kejadian mendebarkan itu. “Kaget betul kenapa nekat sekali. Bertahun-tahun di sini baru ada kejadian begini di depan mata. Mana pelakunya ibu-ibu,” tuturnya.





