Delegasi Militer Pakistan Sambangi Istana Jakarta

tvrinews.com
7 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Fityan

TVRINews-Jakarta

 Kepala Staf AU Pakistan menyusul kunjungan Menteri Pertahanan  RI ke Islamabad guna memperkuat kemitraan industri dirgantara dan pertahanan siber.

Hubungan diplomatik dan pertahanan antara Indonesia dan Pakistan memasuki babak baru yang lebih intensif. Pada Kamis 12 Februari  2026.

Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, bersama Kepala Staf Angkatan Udara Pakistan (PAF), Air Chief Marshal Zaheer Ahmad Babar Sidhu, melakukan kunjungan resmi ke Istana Kepresidenan, Jakarta.
 
Duta Besar Zahid tiba di kompleks Istana sekitar pukul 15.55 WIB dengan mengenakan setelan jas formal.

 Meski hadir di tengah perhatian media, ia memilih untuk tidak memberikan pernyataan detail mengenai agenda pertemuan tertutup tersebut.

Lima menit berselang, Air Chief Marshal Zaheer Ahmad menyusul masuk ke area Istana.

 Kedatangan pucuk pimpinan Angkatan Udara Pakistan ini turut didampingi oleh Atase Pertahanan RI untuk Pakistan, Kolonel Inf. Henru Hidayat Susanto.

Kelanjutan Diplomasi Pertahanan

Pertemuan di Istana ini merupakan rangkaian strategis setelah sebelumnya Menteri Pertahanan RI, Sjafrie Sjamsoeddin, menerima kunjungan Marshal Zaheer di Mabes TNI, Cilangkap, pada Selasa  10 Februari  2026.

Kunjungan ini merupakan langkah timbal balik atas lawatan Menhan Sjafrie ke Pakistan pada pertengahan Januari 2026 lalu.

Dalam keterangan resmi Kementerian Pertahanan RI, dialog kedua negara saat ini difokuskan pada implementasi nyata dari kesepakatan yang telah dijalin di Islamabad.

Kolaborasi Industri Dirgantara

- Pengembangan bersama teknologi penerbangan nasional.

- Modernisasi Pertahanan: Penguatan kerja sama di sektor pertahanan siber dan kecerdasan buatan (AI).

- Peningkatan SDM: Pertukaran pengalaman profesional serta pendidikan militer lintas matra.

 Mekanisme Working Group Bersama 

Sebagai instrumen percepatan, Jakarta dan Islamabad sepakat untuk membentuk working group atau kelompok kerja bersama. 

Mekanisme ini dirancang untuk memastikan bahwa poin-poin dalam Agreement on Cooperation Activities in the Field of Defence tahun 2010 dapat beradaptasi dengan dinamika peperangan modern.

"Kedua negara tidak hanya memperdalam kolaborasi yang telah berjalan, tetapi juga memperluas cakupan kemitraan untuk menjaga stabilitas kawasan," tulis keterangan resmi di laman Kemhan RI terkait visi kerja sama bilateral tersebut.

Melalui forum Joint Defence Cooperation Committee (JDCC), Indonesia dan Pakistan memproyeksikan hubungan pertahanan yang lebih integratif, mencakup penguatan sumber daya manusia hingga kerja sama strategis di tingkat operasional Angkatan Udara.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mierza Firjatullah Menjaga Asa Timnas U-17 Kembali Lolos Piala Dunia
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Awal Puasa Ramadan 18 atau 19 Februari 2026? Ini Jadwal Sidang Isbat Kemenag
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Jelang Ramadhan, Harga Cabai di Pasar Pangkalan Balai “Makin Pedas”, Warga dan Pedagang Mengeluh
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Intelijen Korea Selatan: Kim Jong Un Menetapkan Putrinya Sebagai Calon Pewaris
• 11 jam laluerabaru.net
thumb
Puasa IPO BUMN 2026, Likuiditas Pasar Bakal Mengalir ke Swasta?
• 14 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.