Pengakuan AKP Malaungi: Kapolres Bima Terima Rp 1 Miliar dari Bandar Narkoba

viva.co.id
9 jam lalu
Cover Berita

Mataram, VIVA – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Bima Kota, Nusa Tenggara Barat, Ajun Komisaris Besar Polisi Didik Putra Kuncoro menerima aliran uang Rp1 miliar dari bandar narkoba, Koko Erwin alias EK.

Aliran uang dengan nilai yang cukup fantastis tersebut terungkap dari pernyataan kuasa hukum AKP Malaungi, Asmuni dalam konferensi pers di Mataram, Kamis.

Baca Juga :
Gak Takut, Awkarin Tantang Si Penjebak Narkoba: Aduh Rendah Banget Sih Mainnya!
Penyuplai Sabu ke Kasat Narkoba Polres Bima AKP Malaungi Terungkap, Ini Sosoknya

"Uang Rp1 miliar dari Koko Erwin ini diserahkan klien kami AKP Malaungi secara tunai ke Kapolres Bima Kota AKBP Didik Putra Kuncoro melalui ajudannya yang dipanggil Ria," kata Asmuni.

Ria yang merupakan seorang pria dengan nama asli Teddy Adrian menerima uang tunai Rp1 miliar dari AKP Malaungi dalam kardus bekas Bir Bintang.

Asmuni meyakinkan bahwa kliennya menyerahkan uang secara tunai kepada Teddy pada 29 Desember 2025 itu atas arahan AKBP Didik Putra Kuncoro.

"Usai menyerahkan di malam hari, klien kami (AKP Malaungi) langsung mengirim pesan melalui WhatsApp kepada kapolres dengan sandi 'BBM sudah diserahkan ke ADC'," ujanya.

Asmuni menjelaskan penyerahan uang Rp1 miliar yang berasal dari Koko Erwin ini merupakan tindak lanjut kemauan AKBP Didik yang meminta mobil Toyota Alphard keluaran terbaru seharga Rp1,8 miliar kepada AKP Malaungi.

Permintaan itu, jelas dia, berawal dari isu yang tersebar di kalangan masyarakat di Kota Bima perihal AKBP Didik menerima uang setoran tiap bulan dari para bandar narkoba dengan nominal mencapai Rp400 juta.

Agar menutupi isu tersebut, AKBP Didik membebankan AKP Malaungi untuk mencari uang dan sekaligus meminta agar dibelikan mobil Alphard keluaran terbaru.

Sebagian uang yang dicarikan AKP Malaungi juga diminta untuk disisihkan sebanyak Rp100 juta. Uang dengan nominal tersebut rencananya akan digunakan untuk meredam media massa yang membuat riuh isu Kapolres Bima Kota menerima uang setoran dari para bandar.

"Jadi, ini bentuk tekanannya, klien kami (AKP Malaungi) dibebankan untuk membeli atau memberikan satu unit mobil ini," ujar Asmuni.

Ia mengatakan, atas adanya tekanan dari AKBP Didik, AKP Malaungi sempat menceritakan masalah yang dihadapinya kepada sang istri.

Baca Juga :
Kasat Narkoba Polres Bima AKP Malaungi Dipecat karena Terlibat Peredaran Sabu
Miris! Kasatresnarkoba Polres Bima Kota Jadi Tersangka Peredaran Sabu, Begini Perannya
Lebih dari 2.000 Napi High Risk “Dibuang” ke Nusakambangan, Ratusan Berasal dari Jakarta

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Menag: Rehabilitasi sarana pendidikan di Sumatera terus berlangsung
• 18 jam laluantaranews.com
thumb
Menkomdigi: Platform Global Wajib Patuh Hukum Indonesia
• 18 jam lalutvrinews.com
thumb
RI Kebut Proyek Migas Raksasa, Pakar: Belum Cukup Dongkrak Hulu Nasional
• 10 jam lalubisnis.com
thumb
Kebobolan di Menit Akhir dan Kalah Tipis dari Timnas China U-17, Pengamat Ini Puji Progres Timnas Indonesia U-17
• 11 jam lalubola.com
thumb
Jambret Gagal Beraksi di, Polisi Amankan Pelaku dan Parang 
• 14 jam lalurealita.co
Berhasil disimpan.