DEPOK, KOMPAS.com - Halte Desari 1 dekat pintu Tol Depok-Antasari (Desari), Kota Depok, untuk Transjabodetabek D41 Sawangan-Lebak Bulus telah rampung dibangun.
Berdasarkan pantauan Kompas.com di lokasi, Kamis (12/2/2026), halte yang didominasi warna biru ini berukuran panjang 6-7 meter dan lebar 2-3 meter.
Bangunan ini mempunyai dinding berlapis besi dengan warna biru juga, senada dengan tiga jejeran pipa besi sebagai tempat duduk penumpang.
Baca juga: Soal Halte Transjabodetabek Sawangan, Pramono: Bukan Jakarta yang Menyiapkan
Pada bagian atapnya, terlihat beberapa lampu telah dipasang.
Lalu, di seluruh sisi atap dipasang ornamen khas Betawi berwarna kuning dan hijau, yang biasa terlihat di jalan layang Transjakarta koridor 13.
Tak hanya itu, halte turut menyediakan dua stop kontak dengan total delapan lubang untuk penumpang bisa mengakses daya listrik.
Bahkan, di dekat stop kontak turut disediakan sebuah alas atau tempat yang bisa digunakkan ponsel atau barang kecil saat mengisi daya baterai.
Di sisi kanan halte, terdapat alas pijakan yang didesain khusus penyandang disabilitas agar tetap dapat menunggu armada dengan teduh.
Terlihat sekitar 2-3 buah guiding block diletakkan di dekat halte untuk menjadi pijakan penumpang sebab ketinggian halte dari tanah berkisar 20-22 sentimeter.
Penumpang Transjakarta bernama Mela (42) mengapresiasi respons pemerintah atas keluhan yang dirasakannya tiga bulan terakhir.
Baca juga: Vandalisme Gerogoti Wajah Kota Bogor, Halte hingga Jembatan Dipenuhi Coretan
Menurut dia, ukuran halte sudah mencukupi kebutuhan meski lonjakan penumpang tiap pagi tetap tak bisa tertampung seluruhnya.
“Saya sih mikirnya halte kecil tapi ternyata ini cukup besar, soalnya kalau terlalu besar takutnya malah jadi tempat buat kegiatan lain,” ungkap Mela, Kamis.
“Buat saya yang penting pas musim hujan bisa neduh ke sini,” lanjut dia.
Antrean panjang tanpa halte
Sebelumnya, antrean penumpang Transjakarta rute Sawangan-Lebak Bulus mengular di bus stop dekat pintu tol Desari, Sawangan, Kota Depok.
Setelah Transjakarta beroperasi selama lebih dari enam bulan dengan antusiasme tinggi, penumpang diharuskan mengantre di bawah teriknya matahari tanpa halte.