Penulis: Intan Kw
TVRINews, Jakarta
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menyelenggarakan Forum Tematik Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) bertema “Keketuaan Indonesia di Developing Eight (D8) Navigating Global Shifts: Strengthening Equality, Solidarity, and Cooperation for Shared Prosperity”, pada Kamis, 12 Februari 2026.
Dirjen Kerja Sama Multilateral, Duta Besar Tri Tharyat, menegaskan bahwa kepemimpinan Indonesia di D8 mencerminkan komitmen Indonesia dalam memperkuat kerja sama ekonomi negara-negara berkembang di tengah dinamika global.
“Keketuaan Indonesia di D8 menempatkan forum ini sebagai kekuatan ekonomi nyata Global South. D8 bukan sekadar potensi, tetapi realitas kerja sama ekonomi yang semakin relevan di tengah fragmentasi geopolitik dan geoekonomi global,” kata Tri Tharyat, dikutip dari siaran persnya, Kamis, 12 Februari 2026.
Pandangan tersebut juga sejalan dengan kajian PwC dalam The World in 2050 yang menunjukkan bahwa seluruh negara anggota D8–kecuali Azerbaijan–diproyeksikan menjadi bagian dari 25 perekonomian terbesar dunia pada 2050, menegaskan prospek ekonomi jangka panjang dan peran strategis forum ini dalam arsitektur ekonomi global masa depan.
Dalam kesempatan yang sama, Dirjen Komunikasi Publik dan Media Kementerian Komunikasi dan Digital, Fifi Aleyda Yahya juga menekankan pentingnya orkestrasi narasi Keketuaan D8 Indonesia yang terintegrasi, berbasis data, kebijakan konkret, dan dampak nyata bagi publik.
Strategi komunikasi diarahkan agar D8 tidak hanya dipahami sebagai agenda elite, tetapi masuk dalam agenda media dan percakapan publik, serta memberikan manfaat konkret bagi masyarakat.
“Kepemimpinan global tidak cukup ditunjukkan lewat forum internasional. Ia harus dipahami oleh rakyatnya sendiri. Di sinilah peran humas pemerintah menjadi sangat krusial,” tegas Fifi.
Forum ini juga membahas lima isu strategis KTT D8 yang menjadi fokus Keketuaan Indonesia, yaitu integrasi ekonomi dan perdagangan, pengembangan ekonomi halal, ekonomi biru dan transisi hijau, konektivitas serta kerja sama digital, dan penguatan kelembagaan D8.
Kelima isu tersebut diarahkan untuk menghasilkan concrete deliverables yang berdampak nyata, termasuk peningkatan kerja sama ekonomi dan perdagangan, penguatan daya saing negara-negara anggota, serta efektivitas kelembagaan D8 di tengah dinamika global.
Sinergi lintas instansi melalui Bakohumas adalah kunci dalam menjaga konsistensi narasi, memperkuat amplifikasi komunikasi publik, serta memastikan keberlanjutan pesan Keketuaan Indonesia di D8 hingga pasca-KTT.
Dirjen Informasi dan Diplomasi Publik Kemlu RI, Duta Besar Heru Hartanto Subolo menutup kegiatan dengan menggaris bawahi bahwa Forum Bakohumas menjadi wadah strategis untuk menyamakan isu sentral, memperkuat pemahaman publik mengenai D8, serta memperkuat narasi bersama agar mampu merespons dinamika media dan informasi publik. Pertukaran informasi dalam forum ini diharapkan menjadi masukan bagi penguatan program komunikasi berkelanjutan dan diplomasi Indonesia ke depan.
Editor: Redaktur TVRINews





