Jakarta (ANTARA) - Badan Pengaturan Badan Usaha Milik Negara (BP BUMN) menyiapkan Surabaya, Jawa Timur, sebagai pusat pengembangan ekosistem PT Agrinas Jaladri Nusantara (Persero) sekaligus penguatan industri maritim nasional.
"Yang akan ekosistem dibangun oleh Jaladri di Surabaya," kata Kepala BP BUMN Dony Oskaria usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta, Jumat.
Dony mengatakan pembangunan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membangun kawasan industri kelautan yang terintegrasi dari hulu dan hilir.
Ia menjelaskan pengembangan ekosistem Jaladri difokuskan pada peningkatan produktivitas industri perikanan nasional melalui integrasi berbagai sektor pendukung.
Ekosistem tersebut mencakup penguatan industri perkapalan, pengolahan hasil laut, hingga sistem distribusi dan pemasaran.
Menurutnya, pembangunan Kampung/Desa Merah Putih tetap dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sementara BP BUMN melalui Jaladri berperan menyiapkan ekosistem industri yang terintegrasi guna mendukung keberlanjutan usaha sektor kelautan.
"Kita akan menyiapkan ekosistemnya, (Kampung Nelayan) dibangun oleh KKP kan. Makanya kita lihat bahwa ada integrasi secara komprehensif mengenai pengelolaan daripada laut kita dan juga saudara-saudara kita para pelayan," ujar Dony.
Dony menambahkan, penguatan ekosistem Jaladri tidak hanya menyasar sektor hulu, tetapi juga pengembangan industri hilir perikanan.
Pemerintah menilai hilirisasi hasil laut berpotensi meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas peluang investasi di sektor maritim.
Selain itu, pengembangan kawasan industri maritim di Surabaya juga diproyeksikan mendorong konsolidasi industri galangan kapal nasional, termasuk penguatan peran PT PAL Indonesia (Persero) sebagai salah satu motor industri perkapalan dalam negeri.
Baca juga: BP BUMN dorong hilirisasi perikanan lewat ekosistem Jaladri
Baca juga: BP BUMN targetkan konsolidasi galangan kapal rampung pada semester I
Baca juga: BP BUMN dorong hilirisasi perikanan lewat ekosistem Jaladri
"Yang akan ekosistem dibangun oleh Jaladri di Surabaya," kata Kepala BP BUMN Dony Oskaria usai menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresiden, Jakarta, Jumat.
Dony mengatakan pembangunan ini menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk membangun kawasan industri kelautan yang terintegrasi dari hulu dan hilir.
Ia menjelaskan pengembangan ekosistem Jaladri difokuskan pada peningkatan produktivitas industri perikanan nasional melalui integrasi berbagai sektor pendukung.
Ekosistem tersebut mencakup penguatan industri perkapalan, pengolahan hasil laut, hingga sistem distribusi dan pemasaran.
Menurutnya, pembangunan Kampung/Desa Merah Putih tetap dilakukan oleh Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP), sementara BP BUMN melalui Jaladri berperan menyiapkan ekosistem industri yang terintegrasi guna mendukung keberlanjutan usaha sektor kelautan.
"Kita akan menyiapkan ekosistemnya, (Kampung Nelayan) dibangun oleh KKP kan. Makanya kita lihat bahwa ada integrasi secara komprehensif mengenai pengelolaan daripada laut kita dan juga saudara-saudara kita para pelayan," ujar Dony.
Dony menambahkan, penguatan ekosistem Jaladri tidak hanya menyasar sektor hulu, tetapi juga pengembangan industri hilir perikanan.
Pemerintah menilai hilirisasi hasil laut berpotensi meningkatkan nilai tambah sekaligus memperluas peluang investasi di sektor maritim.
Selain itu, pengembangan kawasan industri maritim di Surabaya juga diproyeksikan mendorong konsolidasi industri galangan kapal nasional, termasuk penguatan peran PT PAL Indonesia (Persero) sebagai salah satu motor industri perkapalan dalam negeri.
Baca juga: BP BUMN dorong hilirisasi perikanan lewat ekosistem Jaladri
Baca juga: BP BUMN targetkan konsolidasi galangan kapal rampung pada semester I
Baca juga: BP BUMN dorong hilirisasi perikanan lewat ekosistem Jaladri





