Jenazah kopilot pesawat Smart Aviation, Baskoro Adi Anggoro, tiba di rumah duka di kawasan Pondok Kelapa, Jakarta Timur, Kamis (12/2). Baskoro meninggal usai ditembak Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) di Bandara Koroway, Papua Selatan.
Pantauan kumparan, jenazah Baskoro tiba sekitar pukul 18.32 WIB. Jenazah dibawa menggunakan mobil ambulans berwarna putih dari Bandara Soekarno-Hatta.
Keluarga dan kerabat Baskoro membantu mengangkat peti jenazah dari dalam ambulans untuk disemayamkan di rumah duka. Isak tangis keluarga dan kerabat pun tak terbendung saat jenazah Baskoro dibawa masuk.
Paman Baskoro, Doni Widiatmoko, mengungkapkan kabar duka pertama kali datang pada Rabu (11/2) siang. Kabar tersebut datang dari senior Baskoro.
"Kemarin siang itu diberi tahu dari saudara yang kebetulan seniornya Baskoro yang ada di penerbangan yang sama. Jadi diberi tahu kalau ada insiden di sana," kata Doni saat ditemui.
Doni bilang, sempat ada sinyal GPS terdeteksi dari pesawat yang ditumpangi Baskoro untuk meminta tolong. Namun, rupanya, takdir berkata lain.
"Nah, sempet diberi tahu juga apa, masih ada sinyal. Sinyal itu ya GPS itu ya, masih berharap ada ini, ada pertolongan lah. Ternyata setelah itu baru dapat kabar lagi sudah gugur katanya," ungkap dia.
Doni mengatakan, jenazah Baskoro akan dimakamkan pada Jumat (13/2) pukul 15.00 WIB di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Pondok Kelapa.
Peristiwa penembakan ini terjadi pada Rabu (11/2) sekitar pukul 11.30 WIT. Saat itu, pesawat Smart Aviation baru saja mendarat di Bandara Koroway Batu.
Pesawat jenis Cessna Caravan itu dipiloti oleh Egon Erawan dan kopilot Baskoro. Setelah tembakan itu, Egon dan Baskoro serta penumpang yang lari ke hutan.
Namun nahas, Egon dan Baskoro tewas dalam peristiwa itu. Mereka tertangkap saat melarikan diri ke hutan lalu dieksekusi oleh pelaku.
Pelaku diduga berasal dari KKB Yahukimo yang dikenal dengan sebutan Batalyon Semut Merah dan Batalyon Kanibal. Kelompok ini dipimpin oleh Elkius Kobak. Polisi masih memburu para pelaku.





