Kepala BP Pengentasan Kemiskinan (Taskin) Budiman Sudjatmiko mengatakan, Presiden Prabowo Subianto meminta jajarannya untuk mempercepat pembangunan kampung nelayan sebagai bagian strategi pengentasan kemiskinan.
Budiman menjelaskan, rapat membahas pengembangan kampung-kampung nelayan, terutama kampung nelayan industri perikanan untuk rakyat, melalui konsep Kampung Nelayan Merah Putih serta penguatan koperasi.
"Nah, Kampung Nelayan Merah Putih, koperasi, dan tadi kami juga menyampaikan kepada Pak Prabowo Subianto supaya dari BP Taskin merangkaikan program-program strategis beliau dari Makan Bergizi Gratis, kampung nelayan, program perumahan, kemudian program yang lain-lain itu supaya bisa berbicara satu sama lain sebagai satu ekosistem," kata Budiman usai mengikuti Rapat Terbatas dengan Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (12/2).
Budiman mengatakan, Prabowo menekankan pentingnya integrasi pembangunan ekonomi kerakyatan untuk pengentasan kemiskinan. Selain itu, katanya, Prabowo menekankan orang yang sudah terentaskan bisa kembali jatuh ke jurang kemiskinan jika kelembagaan yang mendukung program pengentasan kemiskinan tidak diperkuat.
"Ya, spesifiknya pengentasan kemiskinan adalah tadi arahan Bapak Presiden bahwa pengentasan kemiskinan tidak mungkin terjadi, atau orang yang sudah terentaskan itu bisa saja jatuh miskin kembali kalau kelembagaan seperti koperasi dan kampung nelayan tidak diperkuat," ujarnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono menjelaskan, progres pembangunan kampung nelayan tahap 1 sudah mencapai 50 persen.
"Ya progres sudah 50 persen dari tahap 1 dan mudah-mudahan bisa segera selesai," kata Trenggono.
Dalam kesempatan yang sama, Mendiktisaintek Brian Yuliarto menjelaskan pihaknya diminta untuk mempersiapkan SDM karena akan dibuka industri perikanan yang besar
"Saya diminta memastikan SDM kita mampu dan sesuai dengan kebutuhan yang akan dijalankan oleh Menteri KKP," ujar Brian.





