FAJAR, MAKASSAR- Mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Negeri Makassar (FK UNM) kembali menorehkan prestasi di tingkat internasional.
Empat mahasiswa Program Studi Kedokteran FK UNM resmi dinyatakan lolos sebagai finalis kategori esai pada ajang 2nd International Student Summit (2nd ISS) 2026 yang akan diselenggarakan pada 14–15 Februari 2026 di Kuala Lumpur, Malaysia.
Tim tersebut terdiri atas Naurah Azizah Tamsil selaku ketua tim, Muh. Faiz Aminity Dwi Anugrah Akbar, Putu Krishna Gita Jayanta Dasa, dan Putri Rahayu.
Mereka berhasil melaju ke babak final setelah melalui proses seleksi dan penilaian internasional yang ketat.
Dalam kompetisi ini, tim mahasiswa FK UNM mengangkat karya ilmiah berjudul “AGEVANCE: An Integrated Longevity Medicine Innovation for Preventing Multimorbidity and Extending Healthy Lifespan in Global Ageing Populations.”
Karya tersebut mengembangkan model intervensi terintegrasi berbasis healthy longevity untuk menekan risiko multimorbiditas dan mengoptimalkan healthspan pada populasi global yang menua.
Babak final kompetisi ini akan mempertemukan finalis terpilih dari enam negara peserta, mencerminkan cakupan internasional sekaligus tingginya tingkat kompetisi dalam ajang tersebut.
Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan ilmiah lintas negara dalam menjawab tantangan sosial dan kesehatan masa depan.
2nd International Student Summit merupakan forum internasional yang diselenggarakan oleh Sentosa Foundation bekerja sama dengan International Students Association of USIM (Insan USIM), Universiti Sains Islam Malaysia (USIM), dan World Association of Young Scientists (WAYS).
Dekan Fakultas Kedokteran UNM, Dr. dr. Nurussyariah, Sp.N, menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas capaian tersebut. “Kami sangat bangga atas prestasi mahasiswa FK UNM yang mampu bersaing di forum ilmiah internasional,” ujar dia.
Hal tersebut, kata dia, menunjukkan jika mahasiswa UNM memiliki kapasitas akademik, daya saing global, dan keberanian untuk menawarkan solusi inovatif bagi tantangan kesehatan dunia,” ujarnya.
Menurutnya, partisipasi dalam ajang internasional seperti ini tidak hanya membawa nama baik institusi, tetapi juga memperkuat budaya akademik, kolaborasi, dan semangat riset di lingkungan fakultas.
“Kami berharap pengalaman ini menjadi motivasi bagi mahasiswa lainnya untuk terus berkarya, berinovasi, dan berkontribusi pada perkembangan ilmu kedokteran di tingkat global,” tambahnya.
Keikutsertaan ini menjadi wujud komitmen FK UNM dalam mendorong mahasiswa berkontribusi aktif pada forum ilmiah global sekaligus memperkuat jejaring akademik internasional.
Diharapkan, tim mahasiswa FK UNM dapat memberikan hasil terbaik dan mengharumkan nama institusi serta Indonesia di kancah internasional. (*)





