Washington: Amerika Serikat (AS) dan Tiongkok dilaporkan sepakat memperpanjang masa berlaku kesepakatan 'gencatan' perang dagang yang ditandatangani pada Oktober lalu di Korea Selatan selama satu tahun ke depan.
Surat kabar South China Morning Post (SCMP) mengutip sumber yang menyebutkan bahwa perpanjangan itu kemungkinan akan disetujui pada April mendatang.
Dikutip dari Antara, Kamis, 12 Februari 2026, para pejabat AS dan Tiongkok menilai langkah tersebut realistis dan dapat dicapai, sekaligus memberi ruang bagi kedua negara untuk memaksimalkan manfaat ekonomi jangka pendek dari kesepakatan sebelumnya, termasuk komitmen pembelian baru dari pihak Beijing.
Laporan itu juga menyebut Presiden AS Donald Trump berpotensi melakukan kunjungan tiga hari ke Tiongkok mulai 31 Maret. Namun jadwal tersebut masih dibahas karena Beijing mempertimbangkan penyesuaian dengan libur Festival Qingming pada 5 April.
Sebelumnya, Trump dan Presiden Xi Jinping menyepakati perjanjian dagang berdurasi satu tahun dalam pertemuan di Pangkalan Udara Gimhae, Busan, Korea Selatan, pada akhir Oktober.
Dalam kesepakatan itu, AS menurunkan rata-rata tarif atas barang asal Tiongkok dari 57 persen menjadi 47 persen, termasuk memangkas separuh tarif terkait fentanil menjadi 10 persen. Sebagai imbalannya, Tiongkok membuka peluang peningkatan impor produk pertanian dari Amerika Serikat.
Baca juga: Trump Sebut Kesepakatan Perdagangan Tiongkok AS 'Sudah Selesai'




