Kesal Jalan Rusak, Warga Pati Pakai Duit-Tenaga untuk Perbaiki Sendiri

kumparan.com
6 jam lalu
Cover Berita

Warga Desa Blaru, Kecamatan/Kabupaten Pati, terpaksa merogoh kocek pribadi untuk memperbaiki jalan Pati-Purwodadi di Perempatan Pentol yang rusak parah, Rabu (11/2/2026).

Mereka kesal karena pemerintah tak kunjung memperbaiki jalan yang sudah rusak berbulan-bulan dan telah mencelakakan banyak orang itu.

Pantauan kumparan di lokasi, belasan warga terlihat bahu-membahu mengangkut material penambal jalan dari sebuah pikap dan motor roda tiga.

Mereka menguruk jalan berlubang dengan lebar dan kedalaman bervariasi menggunakan batu dan base course. Setelahnya, urukan material itu diratakan dan dipadatkan dengan alat stamper.

Warga Blaru, Deddy Gunawan, mengaku mengeluarkan biaya Rp 7 juta untuk memperbaiki jalan sepanjang 1 kilometer tersebut.

Menurutnya, jalan kabupaten itu sudah rusak parah selama berbulan-bulan. Meski beberapa kali ditambal, jalan cepat rusak lagi karena menggunakan material grosok biasa yang mudah rusak jika terkena hujan.

“Sementara ini kami masih tanggung pribadi, tapi warga bersama-sama membantu tenaganya. Ya kurang-lebih sekitar Rp 7 jutaan,” ungkap dia.

Menurutnya, aksi ini merupakan bentuk akumulasi kemarahan warga atas perlakuan pemerintah yang disebut mengabaikan kerusakan jalan tersebut, mengingat kerusakan jalan itu sudah banyak mencelakakan pengguna jalan.

Deddy pun berharap Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang (DPUTR) Kabupaten Pati segera melakukan perbaikan permanen dengan kualitas yang bagus agar jalan tak cepat rusak lagi.

Ia juga meminta dinas terkait berterus terang jika tidak memiliki dana, agar masyarakat bisa swadaya memperbaiki jalan.

“Kami berharap pemerintah dalam hal ini (Bidang) Bina Marga (DPUTR Pati) mengatakan dengan jelas, dengan tegas, 'Saya tidak ada dana' dan biarkan kami masyarakat bekerja secara swadaya untuk menambal jalan,” tegasnya.

DPUTR Pati Langsung Datang

Deddy mengatakan, upaya swadaya warga itu rupanya membuat DPUTR Pati “kebakaran jenggot”. Mereka langsung mendatangi lokasi dengan membawa material grosok dan melakukan penambalan.

“Ini setelah warga bergerak, dari PU baru turun. Baru bergerak setelah saya teriak-teriak, saya viralkan,” katanya.

Namun, menurut Deddy, penambalan tersebut kualitasnya buruk dan akan cepat rusak lagi jika terkena hujan. Apalagi, perbaikan tersebut rupanya tak dibarengi dengan pengaspalan.

“Dengan kualitas perbaikan sementara ini, nggak bisa seperti ini, pasti ngelotok lagi, rusak lagi. Nggak bisa, ini hanya asal-asalan saja. Tambal sulam saja yang asal-asalan,” beber dia.

Kata Kabid Bina Marga

Saat dikonfirmasi, Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUTR Pati, Hasto Utomo, mengatakan terkait perbaikan jalan di selatan Pentol, Desa Blaru, pihaknya melakukan pengurugan base course terlebih dahulu untuk sementara. Setelah itu, pihaknya akan melakukan pengaspalan.

“Rencana besok kalau ada AMP (asphalt mixing plant) hotmix yang buka akan ditambal aspal hotmix. Hari ini tadi kebetulan aspal hotmix-nya tidak berproduksi. Mudah-mudahan besok berproduksi biar bisa dilanjut penambalan aspalnya,” ucapnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Presiden Iran Tegas Tolak Tekanan AS soal Program Nuklir
• 15 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Harga Komoditas: CPO Turun Hampir 1 Persen, Nikel Naik 2 Persen
• 16 jam lalukumparan.com
thumb
Mendagri Minta Jajarannya Dukung Transformasi dan Arah Kebijakan Presiden
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
6.000 Jalan Berlubang di Jakarta, Ojol Jadi Korban di Grogol
• 13 jam lalumediaindonesia.com
thumb
Yaqut Gugat Penetapan Tersangka Korupsi Kuota Haji
• 21 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.